Notice: Undefined index: host in /home/jojr5479/public_html/wp-content/plugins/wonderm00ns-simple-facebook-open-graph-tags/public/class-webdados-fb-open-graph-public.php on line 1020

Konser Terbaru Suju di Venue Baru

Liputan ini memotret konser Super Junior dari berbagai angle, termasuk profil gedung konvensi baru di Indonesia.

Dalam Ujian Akhir Semester mata kuliah Jurnalistik Televisi Universitas Multimedia Nusantara (UMN), mahasiswa dituntut membuat live report serta news package dengan kualitas lebih baik daripada saat UTS. Winda Prisilia, Levita Rachel, Lita Arny, Annisa Hardjanti dan Lani Diana mengemas konser Super Junior, boy band asal Korea, yang kembali mengunjungin para fans fanatiknya di Indonesia, Mei lalu.

Continue reading “Konser Terbaru Suju di Venue Baru”

Satu Dekade Terdampar di Ibukote

newsroom3“Jakarta hari ini kuketuk pintu gerbangmu… Ijinkan aku masuk mencari masa depanku…”

(OST Biarkan Bintang Menari, 2003)

10 Juni 2015, Thank’s God, menjadi tonggak satu dekade beradu hoki di kota ini. Untuk merayakan sepuluh tahun berkarya di Jakarta, berikut tayangan ulang tulisan di blog ini, empat tahun silam, dengan sedikit modifikasi. Ditulis saat memperingati enam tahun bekerja di ibukota…

Continue reading “Satu Dekade Terdampar di Ibukote”

Syair-syair dari Padang Sabana

Tayang di Koran Tempo Minggu, 7 Juni 2015

resensiKTJudul Buku           : Antologi Puisi

“Gemerisik Ilalang Padang Sabana”

Penulis                  : Agust Dapa Loka

Kata Pengantar    : Dr. Anies Baswedan

Editor                            : Emanuel Dapa Loka

Tebal                    : XXI+96 Halaman

Penerbit                : Altheras Publishing, Jakarta, 2015

Ada yang unik dari penerbit buku ini. Dalam pengantar penerbit tersua judul Selamat Datang Kembali, Puisi. Pertanyaannya, ke manakah gerangan genre susastra bernama puisi itu? Rupanya, penerbit menyadari bahwa setidaknya, dalam sepuluh tahun terakhir ini, sudah sangat jarang penerbit, terutama penerbit besar menerbitkan buku puisi.

Continue reading “Syair-syair dari Padang Sabana”

Mendiskusikan Media Memotret Dahlan Tersangka

Dahlan Iskan terakhir dikenang publik sebagai mantan menteri dan Direktur Utama PLN. Jauh sebelum itu, ia lebih dikenal sebagai ‘media mogul’, bos media di Indonesia.

Jpeg
Judul Jawa Pos 6 Juni 2015: ‘Dahlan: Saya Ambil Alih Tanggung Jawab Ini. Sembilan Gardu Indek Masih Dicek, Sudah Jadi Tersangka’.

Sebagai raja media, Dahlan Iskan memiliki lebih dari 150 surat kabar harian grup Jawa Pos dan radar-radarnya, serta puluhan tabloid, serta jaringan televisi JTV dan pusat pemberitaan online bernama Jawa Pos News Network (JPNN).

 Ekspose pemberitaan Dahlan Iskan di media. Mahasiswa mempelajari realitas, antara 'yang seharusnya' dan 'yang sebenarnya'.
Ekspose pemberitaan Dahlan Iskan di media. Mahasiswa mempelajari realitas, antara ‘yang seharusnya’ dan ‘yang sebenarnya’.

Karena itu, amat menarik menanti bagaimana media massa di Indonesia memasang headline (berita utama) pada edisi Sabtu, 6 Juni, satu hari setelah Dahlan Iskan ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi pembangunan 21 Gardu Induk Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara 2011-2013 yang mengindikasikan kerugian negara Rp 33m 2 miliar. Titik tekanannya adalah: bagaimana media bersikap, baik media milik grup Jawa Pos maupun media massa lain, kompetitornya kelompok Jawa Pos, di Indonesia.

Continue reading “Mendiskusikan Media Memotret Dahlan Tersangka”

Gaza, Perlawanan dan Kehormatan: Faisal dan Bukunya yang Bercerita

Ini buku ketiga, tapi inilah masterpiece seorang Faisal Assegaf, yang kini mempopulerkan istilah ‘Hamaslovers’ di Indonesia.

Gaza, buku ketiga Faisal Assegaf. Enak dibaca dan bercerita.
Gaza, buku ketiga Faisal Assegaf. Enak dibaca dan bercerita.

Saya mengenal Faisal Assegaf sebagai seorang kawan seperguruan di Tempo, sebuah institusi terhormat di ranah jurnalisme Indonesia. Dia kerap mengaku bukanlah murid yang baik di ‘sekolah’ itu. Jarang datang rapat, dan tingkahnya seenak sendiri. Tapi, soal proses dan hasil kadang tidak mesti seiring dan sebangun. Di balik kebengalannya itu, Faisal membelalakkan mata para penggede saat wawancara eksklusifnya muncul di koran keesokan hari. Ia bukanlah seorang yang banyak omong, tapi dari bicaranya yang sedikit itu, orang haruslah percaya. “Ramos Horta kalau ke Jakarta selalu telpon gue, Jo,” itu salah satunya. Tak ada nada sombong di sana.

Dan, untuk menunjukkan kehebatannya, bacalah halaman-halaman belakang buku ‘Gaza, Simbol Perlawanan dan Kehormatan’. Mengapa halaman belakang? Karena di halaman 172-174 itulah tertera daftar bagaimana Faisal mewawancarai narasumbernya, baik saat bersua maupun melalui sambungan telepon.

Continue reading “Gaza, Perlawanan dan Kehormatan: Faisal dan Bukunya yang Bercerita”

Mewariskan Passion Ayah pada Anak?

Terlalu banyak anak memilih profesi seperti ayahnya. Karena kagum, dipaksa, atau apa?

Di balik kemeriahan duel ‘The Fight of The Century’ antara Floyd Mayweather melawan Manny Pacquiao di Las Vegas pekan lalu, ada nama legendaris yang selalu hadir di setiap ajang tinju besar dunia. Mungkin Anda tak kenal namanya, tapi tentu tak asing dengan tone serta nadanya saat mengintroduksi pertarungan:

“Llllllladies and the gentleman, in the very good evening to you…. and we welcoming you  tonight you to the epicentre of the sport world here in MGM Grand Las Vegas Nevada…”

Continue reading “Mewariskan Passion Ayah pada Anak?”

Pepeng dan Makna Totalitas Profesi

Bicara Pepeng adalah bicara seorang dengan panggilan tinggi pada profesinya. Hingga akhir hayat, ia tak kenal dua kata: menyerah dan mengeluh.

http://www.youtube.com/watch?v=foRKDMgFZR4

Nama aslinya Ferrasta Soebardi, publik lebih mengenalnya sebagai  Pepeng, kelahiran Sumenep, 23 September 1954 dan meninggal dunia pagi tadi (6/5) di Cinere, Depok setelah sepuluh tahun bergulat dalam lumpuh.

Continue reading “Pepeng dan Makna Totalitas Profesi”