Utusan Khusus Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-bangsa untuk Inklusi Keuangan Ratu Máxima Zorreguieta Cerruti, Permaisuri Raja Willem Alexander dari Kerajaan Belanda, memberikan apresiasi khusus kepada Kartu Prakerja sebagai program yang mampu menggerakkan inklusi keuangan. Ratu Maxima menyampaikan hal tersebut dalam sambutan secara virtual pada hari kedua B20 Summit Indonesia 2022.
Continue reading “Ratu Maxima: Kartu Prakerja, Praktik Baik Sinergi Digital Yang Bermanfaat Bagi Jutaan Warga”APEC Workshop 2022: Kartu Prakerja Dorong Pertumbuhan Usaha Mikro melalui Teknologi Informasi
Sejak merebaknya pandemi COVID-19, dunia dihadapkan dengan situasi “new normal” di berbagai sektor. Perubahan permintaan dan berkembangnya pasar digital, menuntut pengusaha mikro, kecil dan menengah untuk beradaptasi cepat. Untuk mendukung para pelaku usaha di masa awal pandemi bulan April tahun 2020, pemerintah hadir melalui Program Kartu Prakerja. Program ini membekali mereka dengan keterampilan dan pengetahuan yang relevan dengan pasar dan kebiasaan baru yang terbentuk akibat pandemi.
Continue reading “APEC Workshop 2022: Kartu Prakerja Dorong Pertumbuhan Usaha Mikro melalui Teknologi Informasi “Ke Bali Lagi, Mengawal FEKDI
Kembali ke Pulau Dewata di masa pascapandemi. Semoga sukses acara kali ini.
Minggu, 10 Juli 2022 kembali mendarat di Bali. Terakhir ke pulau ini akhir tahun lalu. Setidaknya tiga kali di masa pandemi, serasa nangis melihat nusa yang mengandalkan pemasukan dari pariwisata ini sepi tanpa turis internasional.
Sehari Isi Pelatihan Penulisan di Bali
Senang dari tahun ke tahun bisa terus memotivasi adik-adik gerakan mahasiswa belajar menulis.
Saya senang dari tahun ke tahun mendapat kepercayaan mengisi pelatihan penulisan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI). Sebagai senior, yang secara jalan hidup mendapatkan jalur penuh berkat di dunia kerja karena expertise penulisan, tentu saya berhutang budi pada generasi berikutnya.
Family Man Jokowi: Bersama Jan Ethes di Bali
Jokowi adalah seorang family man. Benar, ia presiden pekerja keras. Dalam empat kali weekend dalam sebulan, paling Jokowi hanya mengambil satu weekend untuk beristirahat. Akhir pekan lain dipakainya untuk bekerja: meresmikan proyek, mengecek program pembangunan, membuka acara ataupun berbagai agenda lain di daerah.
Tap, Jokowi tetaplah seorang manusia. Seorang kepala keluarga. Ayah dari tiga anak dan kakek dari dua cucu. Lihatlah, bagaimana gembiranya Jokowi saat memiliki waktu luang bersama cucu-cucunya. Continue reading “Family Man Jokowi: Bersama Jan Ethes di Bali”
CHECK IN: DPS
Selalu menyenangkan ke BaLi. Provinsi yang kerap diplesetkan sebagai ‘Banyak Libur’ ini masih jadi tulang punggung utama pariwisata Indonesia.
Kehidupan berjalan tenang. Menghormati perbedaan. Pluralisme dan toleransi terhadap penduduk asli maupun pendatang berjalan baik. Dan lihatlah, nuansa religiusnya itu terpancar saat masuk ATM di kawasan Kuta. Setiap mesin ATM, kecuali satu yang sedang ‘out of service’ masing-masing diberi bunga-bunga perlambang doa. Agar hari ini lancar, sehat, semua usaha dan transaksi berjalan sae. Continue reading “CHECK IN: DPS”
Tak Hanya Bali, Kita Juga Punya Bromo
Sudah lama Gunung Bromo -yang ada dalam paket taman nasional BTS alias Bromo Tengger Semeru- menjadi destinasi utama bagi provinsi Jawa Timur. Daya tarik wisatawan dari mancanegara maupun domestik ke Jatim sudah pasti prioritasnya adalah: berkunjung ke Gunung Bromo. Baru setelah itu di alternatif berikutnya ada Kawah Ijen, Banyuwangi, Surabaya, Malang-Batu, Makam Bung Karno dan lain-lain.

Kampanye Bali, Gaya Non Verbal Jokowi
Kembali Presiden Jokowi mempertontonkan gaya non verbal ala Solo yang tak banyak bicara saat mengampanyekan agar wisata di Bali kembali hidup.

Netizen boleh ramai-ramai menggaungkan tagar #BaliAman dan hashtag #BaliSafe, tapi Presiden Jokowi menunjukkan perhatiannya pada turisme di Bali yang sedang prihatin -karena terdampak aktivitas Gunung Agung- dengan tindakan nyata. Continue reading “Kampanye Bali, Gaya Non Verbal Jokowi”
Merindukan Banyak Bali, ‘Banyak Libur’ Lain di Indonesia
Selalu ada yang baru setiap berkunjung ke Bali, tidak pernah membosankan.
Sepanjang 2017, sampai akhir tahun ini, saya sudah tiga kali berkunjung ke Bali. Namun, selalu saja ada hal yang menyenangkan dari Bali.
Empat hari terakhir kemarin, saya berada di Nusa Dua, untuk sebuah rapat kantor. Tentu saja, di sela-sela rapat, kalau di Bali masak sih tak menyempatkan diri jalan ke luar? Nusa Dua dengan segala fasilitas tempat konvensinya yang ‘one stop place’ memang sangat menarik. Tapi, Bali tetap tak berwarna tanpa berkunjung ke sisi yang lebih happening, seperti Kuta, Legian, Seminyak, dan pantai-pantai di deretannya…
Continue reading “Merindukan Banyak Bali, ‘Banyak Libur’ Lain di Indonesia”
Kadang Kita Perlu Melihat Hidup dengan Terbalik
Hidup tak perlu terlalu serius. Syukuri yang ada, dan lihatlah dengan pola yang tak biasa kita lihat. Istilah klasiknya, ‘outside the box’, lihatlah dari cara yang tak biasa.
Mungkin hal serupa yang ditegaskan pemilik Studio ‘Upside Down’ yang lokasinya bertebaran di beberapa kota di Indonesia. Pekan lalu kami bertandang ke salah satu counternya di Bali. Tiket masuknya Rp 100 ribu untuk dewasa dan Rp 50 ribu untuk anak-anak. Ada delapan ruangan di sana, yang ditata tidak secara normal. Kalau difoto, orang akan melihat dengan mata berkerut. Either ia bisa memahami obyeknya yang dianggap tak normal, atau manusianya yang tampil mengawang. Continue reading “Kadang Kita Perlu Melihat Hidup dengan Terbalik”
