Saatnya Sepak Bola Modern Berbasiskan Teknologi

Jangan terus meratapi kegagalan timnas SEA Games. Ini saatnya, melek diri, menuju era sepakbola modern.

Sudirman (kiri) dan Andreas Marbun di "Kompas Petang". Bahas sepakbola secara teknis.
Sudirman (kiri) dan Andreas Marbun di “Kompas Petang”. Bahas sepakbola secara teknis.

Indonesia gagal mengulang memori medali emas SEA Games pada 22 tahun silam, saat tim nasional sepakbola kembali bertemu Thailand di partai puncak pesta olahraga negara-negara Asia Tenggara. Gol tunggal Sarawut Masuk di menit ke-22, gagal dibalas Yandi Sofyan dkk hingga wasit Wang Zhe dari China meniup peluit panjang. Harapan besar agar Indonesia mampu merebut medali emas ketiga dari cabang sepakbola di sepanjang sejarah SEA Games, musnah.

Continue reading “Saatnya Sepak Bola Modern Berbasiskan Teknologi”

Raport Biru si Supit Urang

Raport memang bukan semata nilai, tapi setidaknya, sesuai arti katanya, itulah laporan.

Rambut ‘supit urang’ Einzel. Apa ya maknanya?

Pagi tadi, lelaki dengan rambut bak supit udang itu, terjadwal menerima raport. Kelas 1 SD, tapi saya rasa, cukup berat juga materi pelajaraannya. Setidaknya, dibandingkan zamanku dulu.

Cobalah Anda bayangkan itu. Seperti pernah saya tulis di sini. Untuk pelajaran Bahasa Inggris, saya merasa pelajaran yang didapat  Einzel baru saya dapat di level SMP dulu Mulai dari cara menyebut identitas diri, sampai bagaimana menyebut silsilah keluarga, mengenal father, brother, sister, grandmother, dll. Juga mengingat nama-nama mainan yang tak pernah saya bahami apa Bahasa Inggrisnya: ayunan sebagai swing, jungkat-jungkit disebut she saw, atau panjatan besi diingriskan monkey bars.

Continue reading “Raport Biru si Supit Urang”

Kuliah itu Hanya Pintu Pembuka

Kelar sudah 6 bulan mengajar Semester Ganjil di UMN.

Hahaha.. cepat sekali ya waktu berjalan, time flies..

Kuliah tamu bersama Revolusi Riza dari Trans7. Berbagi pengalaman nyata.
Kuliah tamu bersama Revolusi Riza dari Trans7. Berbagi pengalaman nyata.

Seperti baru kemarin, menuliskan hari terakhir mengajar Semester Genap 2012/2013 di Universitas Multimedia Nusantara (UMN), yang saya posting di sini. Siang tadi, saya merampungkan hari terakhir mengajar Semester Ganjil 2013/2014 di UMN, usai mengampu tiga kelas dengan satu mata kuliah yang sama, “Editing & Pasca Produksi Televisi”, diikutii 99 mahasiswa.

Kalau di kisah Semester Genap lalu, sempat mendatangkan Ratna Dumila dari Kompas TV berkisah mengenai “Di Balik Berita TV” dan “Menjadi Presenter TV”, pada semester ini, hadir Revolusi Riza, produser eksekutif Trans7. Revo, kawan seperjuangan di Surabaya ini, berbagi tentang seluk-beluk dunia pemberitaan televisi, dan bagaimana membuat paket produksi televisi nan menawan. “Kuncinya, buat setiap menit dalam durasi program yang kalian buat penuh dengan tayangan menawan. Ingat, remote control yang dimiliki pemirsa amat kejam,” kata pria di balik kesuksesan program “Indonesiaku” episode “Suku Talang Mamak, Terasing di Tanah Sendiri” memenangkan CNN Television Journalist Award 2012.

Continue reading “Kuliah itu Hanya Pintu Pembuka”

NoBar Big Reds Cirebon

LIVERPOOL MENANG TANPA BELAS KASIHAN!

JUDUL ITU COCOK UNTUK MENGGAMBARKAN JALANNYA PERTANDINGAN/ SAAT LUIS SUAREZ DAN KAWAN KAWAN MELAWAT KE WHITE HART LANE/ MARKAS TOTTENHAM HOTSPURS//

TAK TANGGUNG TANGGUNG/ REKOR BURUK DI KANDANG SPURS/ DIHAPUS DENGAN KEMENANGAN BESAR/ LIMA GOL TANPA BALAS/ MINGGU LALU//

KAPTAIN BARU LIVERPOOL/ LUIS SUAREZ/ TAMPIL GANAS/ SEKALIGUS MEMANTAPKAN DIRINYA SEBAGAI TOP SKOR/ DENGAN 17 GOL//

Continue reading “NoBar Big Reds Cirebon”

Akhirnya, Wisuda Juga…

Pesan moral dari kisah lulusnya S-2 ini adalah: selesaikanlah, apa pun pekerjaan yang telah kita mulai.

Wisuda S-2. Setelah 3,5 tahun.
Wisuda S-2. Setelah 3,5 tahun.

Butuh 3,5 tahun bagi saya untuk menyelesaikan tulisan yang telah dimulai di tautan ini. Agustus 2010, saya dilantik sebagai mahasiswa pascasarjana program Magister Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana (UMB). Dalam posting bertajuk, “Kuliah lagi, buat apa lagi?” saya menutup dengan alinea berbunyi, “Catatan ini diketik hari ini, 29 Agustus 2010. Semoga dua tahun lagi, jika Tuhan mengizinkan, saya kembali menulis, menyelesaikan apa yang telah dimulai hari ini…”

Ternyata, saya molor. Melewati serangkaian rasa malas, sok sibuk, pindah kerja, dan juga satu semester cuti, akhirnya kuliah itu rampung juga. Akhir Agustus 2013, saya maju sidang tesis dalam penelitian bertema “Komunikasi Politik Kandidat Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta melalui Media Sosial –Analisis Akun Twitter Resmi Pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli dan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama pada Masa Kampanye Putaran Pertama dan Kedua Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017.” Dan siang tadi, 17 Desember 2013, saya menjalani prosesi wisuda Sarjana S-2 alias Magister Ilmu Komunikasi (M.Ikom) di Jakarta Convention Centre.

Continue reading “Akhirnya, Wisuda Juga…”

Sudahkah Kita & Pekerjaan Kita Terlindungi?

Wartawan sangat kritis memberitakan rendahnya upah buruh, atau tak terpenuhinya hak-hak para pekerja. Tapi sudahkah para jurnalis itu sendiri merasa terproteksi?

Workshop jurnalis BPJS. Sudahkah kita bekerja dengan tenang?
Workshop jurnalis BPJS. Sudahkah kita bekerja dengan tenang?

Implementasi Undang-Undang Nomer 24/2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial tinggal hitungan hari lagi. Mulai 1 Januari 2014, berlaku sistem perlindungan kesehatan bagi masyarakat Indonesia, yang pada pelaksanaannya akan dilakukan oleh BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan. Untuk bidang tenaga kerja, PT Jamsostek akan bertransformasi menjadi BPJS Ketenagakerjaan yang menangani program kecelakaan kerja –rawat jalan dan rawat inap, program jaminan hari tua, program pensiun, dan program kematian. Sementara untuk bidang kesehatan, PT Askes ditingkatkan fungsinya menjadi BPJS Kesehatan yang menangani program jaminan kesehatan. Tapi, sudahkah masyarakat paham tentang BPJS ini?

Continue reading “Sudahkah Kita & Pekerjaan Kita Terlindungi?”

Sudahkah Kita & Pekerjaan Kita Terlindungi?

Wartawan sangat kritis memberitakan rendahnya upah buruh, atau tak terpenuhinya hak-hak para pekerja. Tapi sudahkah para jurnalis itu sendiri merasa terproteksi?

Workshop jurnalis BPJS. Sudahkah kita bekerja dengan tenang?
Workshop jurnalis BPJS. Sudahkah kita bekerja dengan tenang?

Implementasi Undang-Undang Nomer 24/2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial tinggal hitungan hari lagi. Mulai 1 Januari 2014, berlaku sistem perlindungan kesehatan bagi masyarakat Indonesia, yang pada pelaksanaannya akan dilakukan oleh BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan. Untuk bidang tenaga kerja, PT Jamsostek akan bertransformasi menjadi BPJS Ketenagakerjaan yang menangani program kecelakaan kerja –rawat jalan dan rawat inap, program jaminan hari tua, program pensiun, dan program kematian. Sementara untuk bidang kesehatan, PT Askes ditingkatkan fungsinya menjadi BPJS Kesehatan yang menangani program jaminan kesehatan. Tapi, sudahkah masyarakat paham tentang BPJS ini?

Continue reading “Sudahkah Kita & Pekerjaan Kita Terlindungi?”

Dari Jambi Menonton Soekarno

Sudah menyaksikan film Soekarno garapan Hanung Bramantyo? Cukup direkomendasikan, meski ada kejanggalan di sana-sini.

"Soekarno: Indonesia Merdeka" diputar di Jambi. Satu dari sedikit bioskop XXI di Sumatera.
“Soekarno: Indonesia Merdeka” diputar di Jambi. Satu dari sedikit bioskop XXI di Sumatera.

Mendarat di Jambi, Jum’at (13/12) sudah disuguhi suspense tingkat tinggi. Pesawat Garuda Boeing 737-800 NG yang membawa saya penerbangan terpagi dari Soekarno Hatta, telat 30 menit, sebelum akhirnya menembus cuaca buruk dan mendarat dengan selamat di landasan Bandara Sultan Thaha. “Pulas sekali tidur Anda, padahal para penumpang sibuk berdoa. Pesawat putar-putar terus. Mau mendarat di Palembang atau Batam, gak jadi,” kata dua pebisnis yang duduk di sampingku. Berada persis samping jendela, saya selalu membiasakan tidur dalam pesawat. Konon, udara dalam kabin pesawat, yang bak berada di kaleng besi, tak terlalu baik untuk pernafasan. Apalagi, terbang pagi membuat malamnya sama sekali tak beristirahat.

Continue reading “Dari Jambi Menonton Soekarno”

Bahasa Inggris Tak Lagi Wajib di SD

Apakah belajar bahasa asing bagi anak usia 6 tahun dinilai terlalu membebani?

Hasil UAS Bahasa Inggris Einzel & workbooknya. Excellent.
Hasil UAS Bahasa Inggris Einzel & workbooknya. Excellent.

Coba ingat-ingat, usia berapa anda kali pertama akrab dengan Bahasa Inggris secara serius? Bukan hanya karena kebetulan mendengar lewat film atau lagu dengan bahasa asing kedua yang paling banyak digunakan di dunia itu –setelah bahasa Mandarin, tapi benar-benar menghapal setiap perbendaharaan kata, belajar mengucapkan salam, dan lain-lain.

Saya terkenang, menjadi intim dengan Bahasa Inggris baru saat kelas 6 SD. Saat itu, Bahasa Inggris belum diajarkan di jenjang sekolah dasar. Seorang perempuan yang berbaik hati, kawan dari orangtua kawan saya, menjadi pahlawan masa kecil, karena memberikan kursus Bahasa Inggris secara gratis. Awalnya, lebih kepada pengenalan nama benda secara sederhana, sampai kami mencoba berani bicara in English.

Continue reading “Bahasa Inggris Tak Lagi Wajib di SD”