Memutar Kenangan Bersama Harmoni si Hitam

Feature tentang toko penjual piringan hitam yang kini amat langka. Ide bagus, tapi eksekusi dan pasca produksinya seharusnya bisa lebih matang.

Sebagai Tugas Ujian Akhir mata kuliah Feature Media Siar Universitas Multimedia Nusantara, Fran Sisca, Fitria Githa, Christyana Caroline dan Shabrina Aulia memilih topik profil toko Lamasia, penjual piringan hitam dan benda-benda unik di Blok M Square. Ide yang menarik, karena paket feature ini mencoba membangkitkan nostalgia, khususnya bagi pemirsa golongan usia tertentu, yang di era 1970-an amat akrab dengan piringan hitam serta pemutarnya, sebagai dua alat saling melengkapi untuk menikmati musik.

Continue reading “Memutar Kenangan Bersama Harmoni si Hitam”

Karena Bekerja Bukan Sekadar Mencari Makan

Lewat buku #Passion2Performance, Rene Suhardono membuktikan betapa passion sangat berpengaruh terhada kinerja karyawan.

Buku terbaru Rene. Passion saja tak cukup.
Buku terbaru Rene. Passion saja tak cukup.

Saya merasa mendapat sebuah kehormatan sekaligus kebanggaan, bisa hadir dalam peluncuran buku ketiga Rene Suhardono Canoneo, carreer coach yang mengirim email dengan sapaan langsung berisi undangan launching #Passion2Performance.

Di lantai dua sebuah kafe di kawasan Kebayoran Baru, Rene membuka acara persis seperti halaman awal salah satu sisi buku itu. Kata bijak dari Kuntoro Mangkusubroto yang mencuplik pidato 27 tahun silam, saat Kuntoro hadir kali pertama sebagai Dirut PT Batubara Bukit Asam. Continue reading “Karena Bekerja Bukan Sekadar Mencari Makan”

Dua Jempol untuk Pendakwah Anti Rokok

Buku kedua dari kumpulan status Facebook seorang Fuad Baradja. Seleb yang berani menantang arus.

Fuad Baradja kembali berdakwah agar perokok kembali ke jalan yang benar. Menantang arus.
Fuad Baradja kembali berdakwah agar perokok kembali ke jalan yang benar. Menantang arus.

Sebagaimana pernah saya tulis di sini mengenai buku pertama Fuad, kali ini pria yang ngetop lewat sinetron ‘Jin dan Jun’ ini kembali berbagi kumpulan kegelisahannya. Diberi judul ‘Two Thumbs Up’, buku ini menjadi semacam motivasi dan apresiasi positif bagi mereka yang bertahan untuk tidak merokok, serta dua jempol –duplikasi simbol yang biasa digunakan di Facebook sebagai tanda suka atas sebuah posting- bagi perokok yang berusaha keras berhenti merokok.

Dalam beberapa posting FB (bisa sama ya inisialnya, Facebook dan Fuad Baradja) Fuad membandingkan kondisi merokok di negara kita dengan di luar negeri. Di Singapura, dikisahkannya, pemerintah mengumumkan larangan merokok di tempat umum akan diperluas untuk meningkatkan perlindungan kepada masyarakat dari bahaya menjadi perokok pasif. Dendanya mencapai 1.000 dolar Singapura atau sekitart Rp 8 juta rupiah bagi mereka yang tak mengindahkan larangan itu dan telah mendapat peringatan. Sementara itu, Selandia Baru, bersiap menjadi negara pertama bebas rokok di dunia dengan meningkatkan cukai rokok secara bertahap tapi signifikan. Kebijakan itu membuat harga rokok meningkat tajam hingga 100 dolar NZ (hampir Rp 1 juta) per bungkusnya.

Continue reading “Dua Jempol untuk Pendakwah Anti Rokok”

Sejarah Berulang di Jum’at Keramat

Déjà vu. History repeats itself.

Sketsa instagram dari @bengrahadian. Perang segitiga.
Sketsa instagram dari @bengrahadian. Perang segitiga tiga simbolisasi binatang.

Jum’at 23 Januari, tepat di hari ulangtahun ke-68 Megawati Soekarnoputri, presiden kelima Indonesia yang kini menjadi ketua umum partai pendukung pemerintahan, itu berulang.

Jum’at menjadi mitos tersendiri dalam proses pemberantasan korupsi di Indonesia. Banyak tersangka korupsi ditahan pada hari Jum’at, seperti mantan Kepala Korlantas Polri Irjen Pol. Djoko Susilo, politisi Partai Golkar Zulkarnaen Djabar dalam dugaan kasus korupsi pengurusan Alquran Kementerian Agama (Kemenag),  Gubernur Banten Atut Chosiyah Chasan, politisi Partai Demokrat Anas Urbaningrum, anggota DPR Angelina Sondakh, mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia Miranda Swaray Gultom.

Continue reading “Sejarah Berulang di Jum’at Keramat”

Dari Teras Langit Hongkong Menyambut 2015

Jauh-jauh ke Hongkong. Diana Fitri on-cam di Sky Terrace. Sayang, mengapa hasilnya kurang optimal?

Dalam tugas Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah Jurnalistik STIKS Tarakanita, berupa membuat paket liputan Natal/Tahun Baru, tentu saja tak ada penekanan soal jauh dekatnya lokasi liputan. Mau liputan di Jakarta, Bintaro, atau luar negeri, penilaian utama tetap pada kualitas karya, bukan di mana lokasi pengambilan gambarnya.

Continue reading “Dari Teras Langit Hongkong Menyambut 2015”

Ide Melipir dari Teddy Bear

Wartawan harus awas terhadap segala sesuatu yang unik dan bisa jadi sumber berita. ‘Tarki TV’ sukses menemukan kejanggalan jenis pohon Natal jadi berita menarik.

Empat mahasiswi dalam kelompok ini, Elsa Fenira, Nilam Tyas, Sella Ayu, dan Yohanna Reifina, memilih angle unik dalam pengerjaan Ujian Akhir Semester mata kuliah Jurnalistik STIKS Tarakanita. Ide yang ‘melipir’ alias tidak biasa, ditemukannya saat melihat ratusan boneka Teddy Bear tergantung di sebuah mal –mestinya disebut saja di mana lokasi pohon Natal itu berada.

Continue reading “Ide Melipir dari Teddy Bear”

Kesalahan Kesalahan Kecil di Paket Liputan nan Ekselen

Liputan Natal yang kaya warna dengan visual amat cerah. Sayang, beberapa error mendasar mengganggunya.

Paket Ujian Akhir Semester mata kuliah Jurnalistik STIKS Tarakanita yang dikerjakan Melati Judith, Natalia Putri, Christine Naibaho, Vivin Suryawati, dan Felly Hioe ini punya beberapa keunggulan. Gambarnya tajam, anglenya fokus, serta tak lupa mencantumkan lokasinya di Mal Citraland, Jakarta Barat. Waktunya pun pas, tidak terlalu panjang sebagaimana durasi beberapa paket serupa yang ‘molor’ jadi lebih dari 3 menit.

Continue reading “Kesalahan Kesalahan Kecil di Paket Liputan nan Ekselen”

Pernak-Pernik Natal dan Personalisasi Umat

Video ini mengangkat dua topik, maraknya pernak-pernik Natal di mal dan pertokoan, serta personalisasi seorang umat Kristiani yang merayakan Natal. Perlu memperkaya visual dan show.

Joanna Ika berdiri di depan mal yang berhias dengan aneka aksesori menyambut perayaan Natal. Sayang, di sini ia tak menyebutkan –atau ditulis dalam CG-di mana lokasi tepat tempat Joanna berdiri. Tentu kita tak bisa mengharapkan pemirsa membaca credit title untuk tahu bahwa lokasi liputan itu ada di Grand Indonesia, Jakarta Pusat.

Continue reading “Pernak-Pernik Natal dan Personalisasi Umat”