Promises, 22 Juni 2026: Melangkah dengan Iman

Renungan mingguan Pendeta Didik Rochadi menampilkan topik ’Melangkah dengan Iman‘. Iman bukan nekat. Fokuskan mata pada Tuhan, lepas dari zona nyaman.

Dari kisah Matius 14:22-33, kita disadarkan bahwa hidup orang percaya digambarkan bak di tengah danau nan bergelora. Baik itu karena persoalan keluarga, pekerjaan, kesehatan, pelayanan, dan pergumulan-pergumulan lain. Mudah bagi kita untuk percaya saat danau tenang. Namun, iman sejati diuji ketika ombak bergelora dan angin bertiup kencang.

Melangkah dengan iman dimulai dari kerinduan untuk mendekat kepada Yesus. Seperti Petrus yang minta agar Tuhan menyuruhnya datang kepadaNya. Fokusnya adalah mencari Yesus.

Iman setuju bukan mengutamakan keluar dari masalah, tapi semakin mendekat pada Tuhan. Kedekatan pada Tuhan jauh lebih berharga daripada kenyamanan hidup. Mazmur 73:28

Melangkah dengan iman berarti bertindak berdasar Firman Tuhan. Cukup satu kata dari Yesus, ”Datanglah”, menjadi dasar bagi Petrus keluar dari perahu dan berjalan di atas air, datang kepadaNya. Mujizat terjadi karena taat. Sebagamana Abraham dan Musa, iman bertindak karena Tuhan berfirman.

Ketika Tuhan berbicara, taatilah dengan iman.

Iman bukan nekat. Perbedaan nekat dengan iman: orang Kristen yang nekat akan berkata, “Saya akan melakukan, semoga Tuhan menyertai dan memberkati.” Orang Kristen yang beriman berkata, ”Tuhan sudah berfirman, maka saya akan melalukannya.”

Melangkah dengan iman harus keluar dari zona nyaman. Petrus turun dari perahu. Perahu menggambarkan rasa aman, nyaman, dan kebiasaan yang begitu lama. Kalau tetap di perahu, Petrus tak akan alami mujizat di atas air.

Melangkah dengan iman membawa kita mengalami kuasa Tuhan. Secara alami, manusia tak bisa berjalan di atas air, tetapi Tuhan memampukan Kristus melakukannya. Bukan iman Petrus yang menopang dia, tetapi Kuasa Kristuslah yang menopang Kristus.

Melangkah dengan iman membuat kita mengalami yang orang lain tak alami. Orang yang berani melangkah dengan iman akan mengalami yang tak orang lain alami karena takut dengan risiko.

Selama mata tertuju pada Kristus, ombak sebesar apapun tak akan menghalangi kita menuju tujuan yang Tuhan tetapkan. Iman tidak berarti menunggu situasi menjadi aman, kemudian melangkah, tetapi iman adalah mempercayai Tuhan di tengah badai dan gelombang hidup.

Utamakan kedekatan dengan Tuhan dalam Firman Tuhan dan doa.
Dasari setiap langkah kita dengan Firman Tuhan.

Iman harus melangkah keluar dari zona nyaman saat menaati FirmanNya.

Percayalah kemustahilan bersamaNya.

Selengkapnya di

Leave a Reply

Your email address will not be published.