Notice: Undefined index: host in /home/jojr5479/public_html/wp-content/plugins/wonderm00ns-simple-facebook-open-graph-tags/public/class-webdados-fb-open-graph-public.php on line 1020

Mewariskan Passion Ayah pada Anak?

Terlalu banyak anak memilih profesi seperti ayahnya. Karena kagum, dipaksa, atau apa?

Di balik kemeriahan duel ‘The Fight of The Century’ antara Floyd Mayweather melawan Manny Pacquiao di Las Vegas pekan lalu, ada nama legendaris yang selalu hadir di setiap ajang tinju besar dunia. Mungkin Anda tak kenal namanya, tapi tentu tak asing dengan tone serta nadanya saat mengintroduksi pertarungan:

“Llllllladies and the gentleman, in the very good evening to you…. and we welcoming you  tonight you to the epicentre of the sport world here in MGM Grand Las Vegas Nevada…”

Continue reading “Mewariskan Passion Ayah pada Anak?”

Taufieq Ruki Telah Kembali

Pesannya tegas: “Katakan kepada koruptor, Taufiq is comeback!”

Ruki usai dilantik Presiden Jokowi. "I am Back". Foto: Tribunnews
Ruki usai dilantik Presiden Jokowi. “I am Back”. Foto: Tribunnews

Di antara silang-sengkarut perselisihan segitiga antara Presiden, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan Polisi –bermula dari gagalnya Komjen Budi Gunawan menjadi Kapolri sampai kriminalisasi pimpinan KPK- sebuah cuitan menarik menghiasi lini masa saya, 3 Februari silam. Bunyinya: Jokowi is either very smart or very dumb. Let’s see which one is true.

Dan, saat Rabu (18/2) sore lalu Presiden Joko Widodo akhirnya mengumumkan keputusannya, sebuah langkah yang dikira akan diambil pada Senin, setidaknya pertanyaan apakah Jokowi very smart atau very dumb terjawab di pilihan pertama. Jokowi menyatakan bahwa Wakapolri Komjen Badrodin Haiti akan menjadi Kapolri menggantikan pencalonan Budi Gunawan.

Continue reading “Taufieq Ruki Telah Kembali”

Sang Pendamping Ahok: Birokrasi itu Tidak Pernah Tidur

Basuki Tjahaja Purnama sudah menjatuhkan pilihan tentang siapa pendampingnya sebagai Wakil Gubernur DKI akarta. Siapa sebenarnya Djarot Saiful Hidayat?

Djarot Saiful Hidayat. Segera dilantik dampingi Ahok.
Djarot Saiful Hidayat. Segera dilantik dampingi Ahok.

Jum’at malam (5/12) Djarot hadir di Studio Kompas TV, Palmerah Selatan, Jakarta dan meladeni Cindy Sistyarani dalam dialog ‘Kompas Malam’. Politisi senior PDI Perjuangan yang dua periode (2000-2010) menjabat Walikota Blitar, Jawa Timur, itu menjawab lugas banyak hal terkait bagaimana program kerja dan seputar problem krusial Jakarta.

Berikut petikannya.

Cindy:  Anda tampak makin sibuk menjelang pelantikan sebagai Wagub DKI?

Djarot: Aktivitas saya memang begini. Saya hidup di Jakarta sejak 2010. Sempat terkejut sedikit dengan kemacetan Jakarta, beda dengan Blitar yang tenang dan nyaman. Tapi kini saya terbiasa dengan ritme Jakarta ini.    Continue reading “Sang Pendamping Ahok: Birokrasi itu Tidak Pernah Tidur”

Anak Tenabang Menuju KPK

Ahmad Taufik bukan nama asing di dunia jurnalisme. Menginginkan Indonesia lebih baik dalam pemberantasan korupsi, ia memberanikan diri menuju kursi komisioner KPK.

Dukungan Ahmad Taufik sebagai komisioner KPK. Respek dari banyak elemen.
Dukungan Ahmad Taufik sebagai komisioner KPK. Respek dari banyak elemen.

Sebuah konferensi pers digelar pada Kamis (18/9) siang. Tempatnya tak mewah. Di Wisma Mas Isman, kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Digelar oleh Koalisi Publik untuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KAP KPK), acara ini bertemakan ‘Mengembalikan Marwah KPK sebagai Oksigen Demokrasi’. Kesan sederhana tampak dari hidangan yang disajikan: ketela, jagung, dan kacang rebus, berteman teh serta kopi hangat.

Acara yang digagas beberapa elemen ini mendeklarasikan dukungan kepada Ahmad Taufik yang tengah maju sebagai calon komisioner KPK pengganti Busjro Muqoddas. “Ahmad Taufik adalah orang yang tepat dan mampu dalam mewakafkan jiwa dan raganya untuk mengawal KPK,” begitu suara resmi KAP KPK.

Continue reading “Anak Tenabang Menuju KPK”

Pedoman (Tidak) Bahagia ala Jaya Suprana

“Bahagia adalah pada saat sakit perut di tengah kemacetan lalu lintas kota Jakarta berhasil menyelamatkan diri ke sebuah hotel dengan WC yang bersih dan berpelengkapan alat semprot air yang berfungsi.”

Judul bukunya Pedoman Menuju Tidak Bahagia. Kunci bahagia sebenarnya.
Judul bukunya Pedoman Menuju Tidak Bahagia. Kunci bahagia sebenarnya.

Bahagia itu sederhana. Setidaknya itulah yang dikutip sang “Semar”, Jaya Suprana, 65 tahun, sosok budayawan, musisi, komposer, kartunis, presenter televisi dan kelirumolog yang Mei 2010 lalu meluncurkan buku “Pedoman Menuju Tidak Bahagia”. Bukunya memang lama, tapi saya mendapatkannya baru-baru ini, langsung dari Aylawati Sarwono, pendamping Jaya yang namanya tertera di halaman persembahan buku ini.

Buku yang kemudian disebut sebagai ‘PMTB’ ini berisi koleksi tulisan tentang bahagia dan tidak bahagia, baik dalam kalimat-kalimat pendek, maupun cerita perenungan. Di masa kampanye ini –kita ingat sebuah partai gemar mengagungkan masa lalu- ada baiknya menyimak salah satu kisah dalam buku PMTB.

Continue reading “Pedoman (Tidak) Bahagia ala Jaya Suprana”

Tuhan, Buatkan Ayah untuk Aku, Ya…

Kisah menjadi orang tua tunggal tanpa harus memelas. Karena kaca depan lebih besar daripada kaca spion.

Sampul buku terbitan Kanisius 2010. Anak membuat semangat hidup jadi lebih hidup.
Sampul buku terbitan Kanisius 2010. Anak membuat semangat hidup jadi lebih hidup.

Emmy Kuswandari tak hendak berbagi lara saat ia menceritakan kisah hidupnya. Menjadi orangtua tunggal dari Benaeng Ulunati Bhumy Taruwara, mantan jurnalis ini memilih tidak menyesali semua yang terjadi. Kala laki-laki yang membuat benih anaknya bersemi, memilih tak mau terikat dalam pernikahan. Dan, pilihan tetap memelihara kandungan, membesarkan, serta melahirkan Benaeng, menjadi perjalanan hidup Emmy yang tak hanya menunjukkan ketegaran dan kekuatannya. Tapi juga menjadi berkat serta wisdom bagi orang lain.

Continue reading “Tuhan, Buatkan Ayah untuk Aku, Ya…”

Perempuan Besar di belakang Lelaki Hebat

Pendamping hidup memiliki peran sunyi tapi penting, di balik gemerlapnya karir seseorang.

Anas dan Athiyyah. Dalam suka dan duka.
Anas dan Athiyyah. Dalam suka dan duka.

Ada alinea penutup nan menyentuh di antara tulisan Kompas, Sabtu (11/1) dari pokok berita bertitel “Anas Dijerat Tiga Kasus”. Setelah sepuluh alinea menceritakan kabar penahanan mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dan kisah-kisah yang menyertainya, berita itu ditutup dengan cerita tentang isteri sang tokoh.

Istri Anas Urbaningrum, Athiyyah Laila, yang ditemui di rumahnya di Duren Sawit, Jakarta Timur, terlihat tabah. ”Iya Mas, di balik suami yang berhasil pasti ada wanita yang kuat yang mendukungnya. Di balik itu ada orangtua yang mendoakan,” kata Thiya.

What a different angle dari sebuah berita besar itu.

Continue reading “Perempuan Besar di belakang Lelaki Hebat”

Akhirnya, Wisuda Juga…

Pesan moral dari kisah lulusnya S-2 ini adalah: selesaikanlah, apa pun pekerjaan yang telah kita mulai.

Wisuda S-2. Setelah 3,5 tahun.
Wisuda S-2. Setelah 3,5 tahun.

Butuh 3,5 tahun bagi saya untuk menyelesaikan tulisan yang telah dimulai di tautan ini. Agustus 2010, saya dilantik sebagai mahasiswa pascasarjana program Magister Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana (UMB). Dalam posting bertajuk, “Kuliah lagi, buat apa lagi?” saya menutup dengan alinea berbunyi, “Catatan ini diketik hari ini, 29 Agustus 2010. Semoga dua tahun lagi, jika Tuhan mengizinkan, saya kembali menulis, menyelesaikan apa yang telah dimulai hari ini…”

Ternyata, saya molor. Melewati serangkaian rasa malas, sok sibuk, pindah kerja, dan juga satu semester cuti, akhirnya kuliah itu rampung juga. Akhir Agustus 2013, saya maju sidang tesis dalam penelitian bertema “Komunikasi Politik Kandidat Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta melalui Media Sosial –Analisis Akun Twitter Resmi Pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli dan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama pada Masa Kampanye Putaran Pertama dan Kedua Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017.” Dan siang tadi, 17 Desember 2013, saya menjalani prosesi wisuda Sarjana S-2 alias Magister Ilmu Komunikasi (M.Ikom) di Jakarta Convention Centre.

Continue reading “Akhirnya, Wisuda Juga…”

Dari Jambi Menonton Soekarno

Sudah menyaksikan film Soekarno garapan Hanung Bramantyo? Cukup direkomendasikan, meski ada kejanggalan di sana-sini.

"Soekarno: Indonesia Merdeka" diputar di Jambi. Satu dari sedikit bioskop XXI di Sumatera.
“Soekarno: Indonesia Merdeka” diputar di Jambi. Satu dari sedikit bioskop XXI di Sumatera.

Mendarat di Jambi, Jum’at (13/12) sudah disuguhi suspense tingkat tinggi. Pesawat Garuda Boeing 737-800 NG yang membawa saya penerbangan terpagi dari Soekarno Hatta, telat 30 menit, sebelum akhirnya menembus cuaca buruk dan mendarat dengan selamat di landasan Bandara Sultan Thaha. “Pulas sekali tidur Anda, padahal para penumpang sibuk berdoa. Pesawat putar-putar terus. Mau mendarat di Palembang atau Batam, gak jadi,” kata dua pebisnis yang duduk di sampingku. Berada persis samping jendela, saya selalu membiasakan tidur dalam pesawat. Konon, udara dalam kabin pesawat, yang bak berada di kaleng besi, tak terlalu baik untuk pernafasan. Apalagi, terbang pagi membuat malamnya sama sekali tak beristirahat.

Continue reading “Dari Jambi Menonton Soekarno”