Notice: Undefined index: host in /home/jojr5479/public_html/wp-content/plugins/wonderm00ns-simple-facebook-open-graph-tags/public/class-webdados-fb-open-graph-public.php on line 1020

Welcome Back Aji, May The Force Be With You

“Aji, Aji, Aji wis tuwek…

Aji wis tuwek katene matek…”

SAYA ada di Stadion Gajayana, saat pertengahan 2001 Arema menjalani derby dengan Persema Malang dalam lanjutan Liga Indonesia musim itu.

Hadir sebagai reporter Radio Salvatore, kini bernama Radio Sonora Surabaya, saya mendapat berita bagus. Pertandingan dihentikan karena kekerasan antar suporter dan petugas keamanan, usai kedua kesebelasan terlibat baku hantam di lapangan. Continue reading “Welcome Back Aji, May The Force Be With You”

Hatur Nuhun, Kang Djanur!

ITULAH ungkapan rasa terima kasih dalam bahasa Sunda. Yang artinya kurang lebih mengucapkan terima kasih kepada pelatih Persebaya Djajang Nurjaman.

Kawan saya itu benar. Sebelum Liga 1 bergulir, ia membeberkan semacam prediksi bursa pelatih yang dipecat pada gelaran kompetisi kasta tertinggi sepakbola Indonesia.

Luciano Leandro. Benar. Didepak dari Persipura setelah lima match pertama gagal menang. Continue reading “Hatur Nuhun, Kang Djanur!”

Suwe Ora Jamu, Coach Jacko!

Suwe ora jamu. Lama tak bertemu. Senang bisa kembali bersua dengan konco lawas Jacksen Ferreira Tiago Papi Jacko, pria Brasil yang sudah menganggap Indonesia sebagai tanah air keduanya.
 
Datang ke Indonesia awalnya karena ‘tersasar’ –dari informasi awal akan main di Liga Singapura atau Malaysia- Jacksen pun berkelana di Indonesia sejak 1995. Sekitar 10 tim sudah diperkuat sebagai pemain dan pelatih. Dari Petrokimia Putra, PSM, Persebaya, Persiter, Persita, Assyabaab, Mitra Kukar Persipura, Barito Putra dan termasuk mengarsiteki timnas Indonesia.

Continue reading “Suwe Ora Jamu, Coach Jacko!”

Tiga Buku Persebaya, Jejak Tim Juara

TIDAK semua tim sepak bola di Indonesia punya buku tentang mereka. Tapi di antara yang sedikit itu, Persebaya cukup beruntung. Buku referensi tentang tim berjuluk “Bajul Ijo” kebanggaan Arek-arek Suroboyo ini tergolong tak sedikit.

Setidaknya ada tiga buku tentang Persebaya. Pertama, “Drama Persebaya: Sehimpun Reportase Jatuh Bangun Persebaya Surabaya Mengarungi Liga 1 2018”,karya Oryza Ardyansyah Wirawan, jurnalis Beritajatim.com yang sehari-hari hidup di Jember.

Kedua, “Persebaya and Them” yang berkisah riwayat pemain dan pelatih asing yang pernah membela Persebaya. Penulisnya, Dhion Priharyanto Prasetya, (kini pemerhati sekaligus ‘sejarawan’ Persebaya karena konsisten mencatat dan punya begitu banyak referensi tentang tim yang berdiri pada 18 Juni 1927 ini). Meski relatif muda, abdi negara di lingkungan Kementerian Keuangan itu bak kamus hidup tentang Persebaya. Continue reading “Tiga Buku Persebaya, Jejak Tim Juara”

Indonesia Tanpa One

Sebuah pengalaman kecut nan traumatik saya alami akhir pekan lalu: nyaris ditelanjangi di di kawasan tempat saya tinggal!

 Sabtu, 18 November 2006, pukul 21.00 WIB, saat berjalan kaki kembali masuk ke dalam gang menuju rumah, setelah mengantarkan seorang sahabat mencari taksi, seorang pemuda memepetku ke tembok gang.“Hei, kamu tinggal di mana?” ia bertanya.

Continue reading “Indonesia Tanpa One”

Resensi Koran Tempo Minggu: Imagined Persebaya

Imagined Persebaya: Bukan Sekadar Sejarah Sepak Bola

Persebaya yang dilahirkan 18 Juni 1927 boleh saja (sementara) tiarap, tapi buku ini membuktikan kebesaran perjalanan klub kebanggaan Arek Suroboyo yang fanatisme ‘pemiliknya’ bahkan melebihi hooligan Inggris.  
ktm1Dimuat di Koran Tempo, Minggu 2 Agustus 2015
Penulis                        : Oryza Ardyansyah 
Penerbit                     :  Buku Litera, Yogyakarta
Cetakan Pertama    :  2015, xviii+322 halaman
ISBN                            :  978-6027-636-85-9
 
Legalitas Persebaya, klub kebanggaan Surabaya, menjadi salah satu penyebab konflik antara pemerintah –dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga- dengan PSSI, yang berujung pada sanksi FIFA melarang Indonesia dalam pentas sepakbola internasional. Munculnya ‘duplikasi’ Persebaya, antara yang kini berusia 88 tahun serta tim balita, menimbulkan kemarahan bonek, yang kemudian mengganggu Kongres PSSI di Surabaya bulan lalu, demi upaya menghidupkan kembali roh Persebaya Surabaya.  

Continue reading “Resensi Koran Tempo Minggu: Imagined Persebaya”

Imagined Persebaya: Bukan Sekadar Sejarah Sepakbola

Persebaya yang dilahirkan 18 Juni 1927 boleh saja (sementara) tiarap, tapi buku ini membuktikan kebesaran perjalanan klub kebanggaan Arek Suroboyo yang fanatisme ‘pemiliknya’ bahkan melebihi hooligan Inggris.  

Buku Imagined Persebaya. Sarat sejarah dan aneka kisah sepak bola.
Buku ‘Imagined Persebaya’. Sarat sejarah dan aneka kisah sepak bola.

Oryza Ardyansyah Wirawan dikaruniai bakat menulis dan memori yang kuat. Selain itu, ia punya kelebihan khusus: menjaga dokumentasi tulisannya agar tak terserak diterbangkan waktu. Maka, lahirlah buku: ‘Imagined Persebaya’ (Persebaya, Bonek, dan Sepakbola Indonesia). Diterbitkan oleh Litera pada 2015, buku 322 halaman membendel 63 tulisan jurnalis yang sehari-hari bekerja di situs Beritajatim.com ini. Dengan kreatif, kumpulan artikel itu dibaginya dalam lima bab bertajuk You Can’t Buy History, Bonek (Bin Chelsea), Rivalitas, Battle of Surabaya, serta Hikayat Sepakbola Indonesia. Di lembar awal masing-masing bab ditandainya dengan lima huruf khusus: B, O, N, E, dan K.

Continue reading “Imagined Persebaya: Bukan Sekadar Sejarah Sepakbola”

Surga Neraka Sepakbola Bernama Surabaya

Akun  twitter resmi @OfficialQPR memuji sambutan suporter Surabaya, “An awesome reception in Surabaya. 1,000’s people gave QPR a warm welcome from the airport!!”

Ruddy William Keltjes (tengah) dalam laga persahabatan tak terlupakan. Kebanggaan mengalahkan Arsenal.

 

Minggu siang, para penggila bola beratribut Bonek berdiri di terminal kedatangan Bandara Internasional Juanda sambil bernyanyi, “Welcome, welcome, welcome QPR… Welcome QPR di Surabaya….” Nada lagunya persis seperti kala para suporter itu melagukan, “Bantai, bantai, bantai Arema… bantai Arema di Surabaya…” Selain bendera besar QPR, beberapa fans perempuan membentangkan jersey nomer 13 atas nama Park Ji-Sung, ikon baru QPR yang dikontrak dua tahun setelah terbuang dari Old Trafford.

Continue reading “Surga Neraka Sepakbola Bernama Surabaya”