Notice: Undefined index: host in /home/jojr5479/public_html/wp-content/plugins/wonderm00ns-simple-facebook-open-graph-tags/public/class-webdados-fb-open-graph-public.php on line 1020

Durasi Terlalu Pendek, Padahal Banyak Gambar ‘Cantik’

Punya banyak belanjaan visual, sayang durasi paketnya kurang optimal.

Henry Fadhillah sebenarnya banyak mendapatkan gambar-gambar cantik dalam liputan ini. Sayang, ia kurang mengeskplore visual nan langka itu. Misalnya saat reog-yang disebutnya sebagai barong- ikut dalam unjuk rasa Hari Buruh. Juga aksi teatrikal buruh yang bersusah-payah berjalan dengan beban nan amat berat membelenggu kaki mereka. Seharusnya, Henry bisa banyak memaksimalkan gambar-gambar itu lebih lama, atau mungkin ber-LOT di depan latar nan amat dahsyat.

[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=EaatmjpDkaM]

Continue reading “Durasi Terlalu Pendek, Padahal Banyak Gambar ‘Cantik’”

Riset dan Observasi, Kunci Liputan Ekselen

Visual kuat, tajam menatap kamera, serta stok gambar nan amat kaya.

Feby Shindya beraksi bak reporter profesional saat meliput aksi unjuk rasa Hari Buruh di Bundaran Hotel Indonesia. Tatapan matanya firm ke depan, dengan kata-kata yang tertata rapi, dan mewawancarai narasumber tanpa gemetar.

[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=liuuVhbZ5Jk&feature=youtu.be]

Continue reading “Riset dan Observasi, Kunci Liputan Ekselen”

Memainkan Split antara Reporter dan Visual Liputan

Crisma Putri punya kelebihan dalam pascaproduksi karyanya. Memamerkan paduan antara penampilan stand-upper dan insert visual yang kaya.

Dibuka dengan judul besar paket, ‘May Day, Tuntutan Selalu Sama?’ penonton dimanjakan dengan visual yang kuat tentang aksi peserta unjuk rasa di Bundaran Hotel Indonesia. Bendera-bendera yang berkibar tampak eyecatching, menyolok pemandangan, sebelum dilanjutkan wawancara Crisma dengan Harjo, seorang pemuda tanggung yang menjadi sample perwakilan buruh.

[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=zNarS98JvBg]

Continue reading “Memainkan Split antara Reporter dan Visual Liputan”

Salah Kaprah Atribusi Penyebutan Jumlah

Hati-hati menyebutkan penunjuk berkaitan dengan jumlah.

“Hari buruh sedunia diperingati oleh puluhan ribu massa,” demikian Andreas Ivan mengawali paket liputannya dari jantung kota Jakarta. Berhati-hatilah dalam menyebut kata penunjuk terkait jumlah, agar tak ada pengulangan terkait kata sifat atau ‘keterangan jamak’.

[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=NFTF7kP8a_k]

Continue reading “Salah Kaprah Atribusi Penyebutan Jumlah”

Setiap Orang yang Diupah Adalah Buruh

Hati-hati dengan akurasi menyebutkan jumlah. Ratusan Ribu Buruh? Ribuan atau ratusan saja?

Liputan Ane Hindana Putri di tengah aksi unjuk rasa May Day 2014 cukup keren. Wawancaranya bersama Nadjib, aktivis buruh dari Epson Cikarang pun memberikan insight atau pencerahan tersendiri. “Setiap orang yang diupah, baik dalam bulanan, mingguan, atau harian, adalah buruh atau pekerja. Tak peduli ia karyawan tetap atau bukan,” ungkapnya.

[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=nKfz3l5AhZQ]

Continue reading “Setiap Orang yang Diupah Adalah Buruh”

Irfan Bergoyang, Gambarnya pun Goyang

Semangatnya untuk live mendapat acungan jempol. Tapi, terlalu bersemangat bisa jadi ‘catatan khusus’.

Semangat. Itu satu kata yang keluar menyaksikan liputan Muhammad Irfan Ramadhan Hutabarat. Keberanian nampak dari aksinya yang mengambil lokasi di keramaian. Berada di tengah ramainya mobil dan motor kawasan Sudirman-Thamrin.

[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=8IRET1IvQwg&feature=youtu.be]

Continue reading “Irfan Bergoyang, Gambarnya pun Goyang”

Ketika Jurnalis Ber-Aksi

Kekuatan liputan ini ada pada gambarnya yang sangat cerah dan angle liputannya.

Di antara berbagai peserta aksi unjuk rasa di May Day, Nesya mengambil angle menarik, yakni para jurnalis yang beraksi. Aliansi Jurnalis Independen (AJI) beraksi dengan membawa sepatu raksasa bertuliskan, “Jurnalis Bukan Jurkam”.

[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=HgKnn0khhW4]

Continue reading “Ketika Jurnalis Ber-Aksi”

Pertanyaan Konkret, Konkretkan Pertanyaan

Bagaimana membuat berita kita tidak mengawang-awang, akan mendekatkan diri kepada audiens, baik itu pemirsa, pendengar, atau pembaca berita kita.

Ada guyonan lucu. Seorang pemain sepakbola terkenal dikabarkan menolak perpanjangan kontrak sebuah klub Liga Inggris papan atas. Apa alasannya? “Saya tak mau jadi karyawan kontrak terus, ingin jadi karyawan tetap!”

[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=uLqorrvCfJk]

Continue reading “Pertanyaan Konkret, Konkretkan Pertanyaan”