Hari ini kita punya empat pahlawan baru. Gelar pahlawan nasional memang ditradisikan diberikan menjelang peringatan Hari Pahlawan setiap tahunnya. Kali ini, Presiden Jokowi melalui Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan, memutuskan ada empat pahlawan nasional yang diangkat dan dianggap memenuhi persayaratan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009.
Diplomasi Mall Presiden Jokowi dan Moon
Joko Widodo seolah tak habis akal bagaimana membuat setiap lakunya menjadi santapan empuk media.

Memang, secara logika ‘news value’ apapun yang dilakukan presiden pasti disantap oleh surat kabar, majalah, media online, radio dan televisi. Sebagai ‘newsmaker’, seorang presiden memenuhi kategori ‘public figure’ atau unsur ‘prominance’ (keterkenalan) dalam daftar persyaratan bagaimana bisa jadi sebuah berita.
Polemik ‘Pernikahan Tahun Ini’ di Solo
Dari sebuah kamar hotel di pusat Kota Solo, atau juga biasa disebut Surakarta, saya menulis catatan ini. Pernikahan Kahiyang Ayu dengan Muhammad Bobby Afif Nasution disebut-sebut sebagai ‘Wedding of The Year’ atau Pernikahan Tahun Ini.

Menjadi daya tarik, tentu karena yang punya hajat seorang presiden.
Presiden dan Tunggangannya
Beberapa presiden ternyata punya dokumentasi bagaimana aksi mereka bersama roda dua.

Gambar Presiden Jokowi naik motor tral saat bertemu warga pesisir di Muara Gembong, Bekasi, Rabu, 1 November 2017 kemarin kembali viral. Tak kalah viral dengan visual serupa saat Presiden Jokowi menengok perkembangan jalan Trans Papua di Wamena, Mei 2017 silam.
Presiden Jokowi dan Filosofi Aksara Jawa
Baru sempat nonton Vlog terbaru Presiden Jokowi yang diambil di Pantai Mandalika, Kuta, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Bukan videonya tentang keindahan alamnya yang keren (itu mah, sudah pasti. Saya sudah pernah ke Lombok Tengah, Senggigi sampai Mangsit).
Tapi, sisi politik dari video itu.
Gubernur Baru Ada Dalam Kontrol
Rabu siang tadi, 25 Oktober 2017, Presiden Joko Widodo menerima kunjungan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno di Istana Merdeka Jakarta.
Melantik Din, Membaca Pikiran Presiden
Grup percakapan pintar saya penuh berbagai notifikasi saat berita pengangkatan Din Syamsuddin di Istana Kepresidenan tersiar. Beberapa kawan menanyakan, mengapa figur mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah dan MUI Pusat itu bisa mendapatkan kehormatan sebagai wakil presiden untuk urusan agama dan peradaban. Ada juga kawan yang mengirim link video dialog Din di salah satu televisi berita usai aksi massa mendemo Ahok akhir tahun lalu. Banyak yang bertanya, banyak yang tak menemui jawabannya.
Soal Panglima dan AS, Sabarlah Sedikit
Dunia media, khususnya jagat raya online, hari ini ramai terkait berita ditangkalnya Panglima TNI Gatot Nurmantyo ke Amerika Serikat, tadi malam, Sabtu, 21 Oktober 2017.
Mari Meraih dan Mempertahankan Kepemimpinan Tanpa Memecah
Berita Kompas, Sabtu, 21 Oktober 2017 cukup menohok. Berjudul ‘Bush dan Obama Buka Suara’, kedua mantan presiden Amerika Serikat beda partai itu hampir bersamaan melancarkan kritik kepada situasi politik AS saat ini.
Continue reading “Mari Meraih dan Mempertahankan Kepemimpinan Tanpa Memecah”
Tiga Tahun Pemerintahan Jokowi: Karena Indonesia Bukan Hanya Jawa
Hari ini, pemerintahan Presiden Jokowi dan Wapres JK tepat berusia tiga tahun. Berbeda dengan tahun pertama yang fokus pada ‘pondasi ekonomi’ dan tahun kedua berpusat pada ‘akselerasi atau percepatan ekonomi’ maka pada tahun ketiga, Presiden Jokowi menekankan arah pembangunan pada ‘pemerataan ekonomi yang berkeadilan’.
Continue reading “Tiga Tahun Pemerintahan Jokowi: Karena Indonesia Bukan Hanya Jawa”
