Teurimong Gaseh Tuhan, terima kasih bisa kembali menginjak Aceh.
Ini kesempatan ketiga menginjak ‘Tanah Rencong’ setelah liputan megabencana tsunami pada Januari 2005 dan pengambilan gambar program current affair KompasTv ’Kata Kita’ 2013.


"the future belongs to those who believe in the beauty of their dreams, masa depan adalah milik mereka yang percaya kepada keindahan mimpi-mimpinya.."
Teurimong Gaseh Tuhan, terima kasih bisa kembali menginjak Aceh.
Ini kesempatan ketiga menginjak ‘Tanah Rencong’ setelah liputan megabencana tsunami pada Januari 2005 dan pengambilan gambar program current affair KompasTv ’Kata Kita’ 2013.

Lima tahun berselang, kini kembali ke Bandara Haluoleo, Kendari. Haluoleo, menjadi nama airport dan kampus negeri, merupakan seoarang raja di abad XVII, yang mempersatukan kawasan ini.
Luas dan tersebar sekali memang. Bayangkan, dari 17.504 pulau di Indonesia, 651 pulau di antaranya ada di Sulawesi Tenggara! Continue reading “CHECK IN: KDI”
Terimakasih Tuhan, untuk kali ketiga bisa mendarat di ‘Bumi Sriwijaya’.
Diberkatilah kota ini, Plembang. Diberkatilah provinsi ini: Sumatera Selatan, yang hidupnya berjalan di bawah kebesaran masa lalu, sebuah kemaharajaan bahari dengan kekuasaan membentang hingga Kamboja, Thailand, Semenanjung Malaya, Sumatera dan sebagian Jawa.

Selalu menyenangkan ke BaLi. Provinsi yang kerap diplesetkan sebagai ‘Banyak Libur’ ini masih jadi tulang punggung utama pariwisata Indonesia.
Kehidupan berjalan tenang. Menghormati perbedaan. Pluralisme dan toleransi terhadap penduduk asli maupun pendatang berjalan baik. Dan lihatlah, nuansa religiusnya itu terpancar saat masuk ATM di kawasan Kuta. Setiap mesin ATM, kecuali satu yang sedang ‘out of service’ masing-masing diberi bunga-bunga perlambang doa. Agar hari ini lancar, sehat, semua usaha dan transaksi berjalan sae. Continue reading “CHECK IN: DPS”
Biak. Ini nama pulau di atas leher burung Papua yang masuk sebagai satu kabupaten di kawasan Teluk Cenderawasih. Nama bandaranya, Frans Kaisiepo, diambil dari pahlawan nasional yang jadi Gubernur Irian Barat 1964-1973. Anda pasti akrab dengan tokoh ini karena wajahnya ada di lembaran uang Rp 10 ribuan. Frans terlibat dalam Konferensi Malino 1946 mengenai pembentukan Republik Indonesia Serikat sebagai wakil dari Papua. Ia mengusulkan nama Irian, kata dalam Bahasa Biak, artinya ’tanah yang panas’. Belakangan, Bung Karno memanjangkan makna IRIAN sebagai ‘Ikut Republik Indonesia Anti Nederland’.
Continue reading “CHECK IN: BIK”


Sejak melompat shifting dari media ke Kantor Staf Presiden, entah kenapa kok rasanya saya sering banget ke UPG, kode bandara penerbangan Sultan Hasanuddin.
Continue reading “CHECK IN: UPG”
Tak sampai 24 jam di Ambon, tapi kenangan tentang Kota Manise, ‘The City of Music’ ini begitu menggelora. Tak beda dengan Paris, yang pernah saya injak hanya 17 jam, rasa syukur pernah hadir di Ambon menggelora. 
Semoga ini bukan kali pertama lalu terakhir singgah ke Maluku. Ambon -dan juga Paris- kami akan kembali ke sana. Bersama keluarga!