Perhatikan ‘Blocking’ Saat Take

Saat pengambilan gambar, perhatikan pasti estetika latar yang bakal terlihat di layar. Baik latar presenter saat bersiaran, dan juga reporter di lapangan.

Juga mengangkat topik keramaian Directioners menjelang konser Niall Horan dan kawan-kawan, Nina Tri Aulia N, Lucky Khaerul Fikri, Peter John, serta Nathania Anabele rela berjibaku dalam panas dan hujannya kawasan Senayan. Keseriusan kelompok ini mengerjakan Ujian Tengah Semester mata kuliah Jurnalistik Televisi Universitas Multimedia Nusantara (UMN) tampak saat mereka menyertakan sekuen presenter di ‘studio’. Untuk UTS tak ada kewajiban hadirnya presenter di studio, untuk  ‘toss’ ke presenter di lapangan.

Continue reading “Perhatikan ‘Blocking’ Saat Take”

Televisi: Bahasa Visual, Bahasa Show

Dalam jurnalisme televisi dikenal istilah ‘show it, don’t tell’. Tunjukkan, dan jangan hanya dikatakan…

Bahasa televisi adalah menunjukkan gambar, menyorot aktivitas, dan menampakkan sekuence yang menjelaskan apa yang disampaikan. Menarik saat kelompok Lani Diana, Gilang Gegono, dan Annisa Hardjanti memilih topik side bar alias sisi lain penyelenggaraan konser One Direction.

Continue reading “Televisi: Bahasa Visual, Bahasa Show”

Liputan yang Memberi Konteks

Kelebihan liputan ini karena tak hanya menampilkan situasi terkini, tapi ada konteks yang menyertai berita itu. Ada beberapa kelemahan penting untuk diperbaiki.

Empat orang dalam kelompok ini, Aretyo Jevon Perdana, Rosyana, Yeliana Pricentia dan Sugeng Adji, hadir dalam laga pamungkas kualifikasi Piala AFC U-23 antara timnas sepak bola Indonesia melawan Korea Selatan. Mengerjakan project Ujian Tengah Semester mata kuliah Jurnalistik Televisi Universitas Multimedia Nusantara, liputan sepanjang 2 menit 57 detik ini kaya dengan belanjaan visual, yang ditampilkan sesuai narasi beritanya.

Continue reading “Liputan yang Memberi Konteks”

Totalitas Liputan di Tengah Hujan

Namanya jurnalis harus siap dalam kondisi apapun. Cuaca buruk bisa jadi justru jadi berita bagus. Dibandingkan kelompok lain yang ‘berperang’ di medan berkondisi serupa –mengangkat angle konser mahal diguyur hujan, karya ini bisa dikatakan lebih baik.

Empat ‘wartawati’ di kelompok ini – Tsarina Maharani, Yovita, Rahmayanti, dan Vinsensia Ariesta Dianawanti memilih semarak gelaran konser One Direction di Gelora Bung Karno, sebagai pengerjaan take home test Ujian Tengah Semester mata kuliah Jurnalistik Televisi Universitas Multimedia Nusantara (UMN).

Continue reading “Totalitas Liputan di Tengah Hujan”

Membawa Pemirsa Langsung ke Hadapan Peristiwa

Salah satu tantangan jurnalis, dalam platform apapun, adalah membawa audiens seolah berada langsung di tengah kejadian yang  dilaporkannya. Dalam jurnalisme televisi, peran natural sound begitu penting untuk membawa kegemuruhan peristiwa itu ke rumah pemirsa.

Liputan suasana pertandingan Indonesia melawan Brunei Darussalam yang dilaporkan Octi Sundari, Ngesti Sekar Dewi, Ardila Putri, dan Nada Nisrina sebagai pengerjaan Ujian Tengah Semester mata kuliah Jurnalistik Televisi Universitas Multimedia Nusantara (UMN) berhasil membawa atmosfer langsung Gelora Bung Karno ke hadapan pemirsa.

Continue reading “Membawa Pemirsa Langsung ke Hadapan Peristiwa”

Bertemu Orang Terkenal yang Tak Dikenal

Kerap jurnalis bertemu orang ‘besar’ tanpa janjian. Perjumpaan tak sengaja itu harusnya dimaksimalkan sebagai keunggulan berita. Tapi, bagaimana kalau reporter dan kru tak mengenali sang tokoh? Di sinilah wawasan, kepekaan, dan kecepatan intuisi harus berbicara.

Kurnia Boru Sion Sinurat, Steven Hartoyo, Olive dan Dea Andriani bahu-membahu dalam satu kelompok, mewujudkan karya yang menjadi syarat Ujian Tengah Semester Universitas Multimedia Nusantara. Mereka mengambil topik liputan perhetalan prakualiafikasi Piala AFC U-23 yang diikuti Korea Selatan, Brunei, Timor Leste, dan tuan rumah Indonesia.

Continue reading “Bertemu Orang Terkenal yang Tak Dikenal”

Fokus Pada Satu Angle Peliputan

Saat mengemas berita, jangan terlalu banyak sisi yang ditampilkan. Ibarat nelayan mencari ikan, jangan menebar jaring dan meraup begitu banyak ikan. Fokus saja mengail satu ‘angle’, dan maksimalkan di situ.

http://www.youtube.com/watch?v=ebU0Zpfdnnc

Beranggotakan Petrus Tomy, Anthony Dennis, Temmy Siantar dan Patricius Dewo, kelompok ini fokus pada sebuah topik liputan sebagai pengerjaan Ujian Tengah Semester mata kuliah Jurnalistik Televisi Universitas Multimedia Nusantara. Menuju ke arena liputan, apalagi sebuah even besar seperti konser musik atau pertandingan sepakbola, ibarat masuk ke pasar nan berisi banyak barang dagangan.

Continue reading “Fokus Pada Satu Angle Peliputan”

Vox Pop sebagai Elemen Penting Liputan

Sesuai namanya, vox pop berarti rangkuman pendapat khalayak tentang sebuah topik tertentu. Tapi ingat, vox pop tak bisa berdiri sendiri.

Kelompok ini memilih format lain dalam liputan Konser One Direction di Stadion Utama Gelora Bung Karno sebagai pengerjaan Ujian Tengah Semester mata kuliah Jurnalistik Televisi Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Aldo sebagai reporter, Jesica menjadi cameraperson dan editor serta Magdalena di posisi produser memilih vox pop, sebagai cara mereka mengemas berita konser yang dihadiri ribuan anak muda Indonesia ini.

Continue reading “Vox Pop sebagai Elemen Penting Liputan”

Memadukan Live Report dari Tiga Titik

Kelompok ini menampilkan dua angle liputan, sisi utama dan sisi lain konser One Direction. Turunnya hujan dianggap sebagai berkah. Tapi, kalau sudah berpayung, mengapa perlu pakai jas hujan juga?

Dalam pengerjaan Ujian Tengah Semester mata kuliah Jurnalistik Televisi Universitas Multimedia Nusantara, kelompok ini tampil berbeda dibandingkan yang lain. Dari empat anggota kelompok, ada tiga wajah muncul di layar. Diawali Irene Sonia sebagai ‘host’di studio, memberikan toss pertama ke Nissy Ariana di lokasi penonton One Direction, lanjut Cliff Moller di luar gerbang Gelora Bung Karno.

Continue reading “Memadukan Live Report dari Tiga Titik”

Kurang Meriah Maksimalkan Euphoria

Liputan dalam kerumunan orang banyak melatih jurnalis untuk dapat menggali atmosfer live seoptimal mungkin. Sayang, Bernadeta dkk kurang total memanfaatkan sumber crowd di dekatnya.

Ibarat memancing ikan, trio Bernadeta Dyah, Regina Pertiwi, dan Alif Gusti sudah berada di kerumunan ikan besar serta sudah melempar mata kailnya. Sayang, mereka kurang ulet mengeksplorasi buruan yang sudah di depan mata.

Continue reading “Kurang Meriah Maksimalkan Euphoria”