Notice: Undefined index: host in /home/jojr5479/public_html/wp-content/plugins/wonderm00ns-simple-facebook-open-graph-tags/public/class-webdados-fb-open-graph-public.php on line 1020

Iriana dan Kode Rambut Acak-acakan Jokowi

Sudah hampir sepekan berlalu, tapi video viral terkait perhatian Ibu Negara Iriana Jokowi kepada Presiden Joko Widodo masih terus jadi pembicaraan. CNN Indonesia TV bahkan membuat paket berita humanis berjudul ‘Kode Cinta Ibu Negara’. Sementara Detikcom membuat video singkat ‘Detik Flash’ terkait berantakannya rambut presiden ketujuh ini.

Continue reading “Iriana dan Kode Rambut Acak-acakan Jokowi”

Akhirnya, Kekalahan Perdana Liverpool

Speechless. Kata itu tepat terucap usai mendengar wasit Jon Moss meniup peluit akhir pertandingan. Liverpool mengalami kekalahan perdana di Liga Primer Inggris musim ini. Sepekan setelah jeda pertandingan internasional, anak asuh Jurgen Klopp harus mengalami aib pertama mereka. Sebelumnya, The Reds mengumpulkan tujuh poin, hasil imbang 3-3 melawan Watford, mengalahkan Crystal Palace 1-0 dan menghajar Arsenal 4-0.

Continue reading “Akhirnya, Kekalahan Perdana Liverpool”

Membuat Film yang Dikenang Banyak Orang

Dalam buku ‘Menjadi Indonesia’, produser dan pemilik Visinema Pictures Angga Dwimas Sasongko menirukan pernyataan Andibachtiar Yusuf. “Gua butuh karya yang bisa diingat orang secara universal, tanpa ada batasan budaya dan geografis. Gua yakin Love for Sale lah barangnya,” kata Ucup –panggilan sutradara yang telah menghasilkan tiga karya fiksi panjang, tiga documenter panjang dan beberapa film pendek itu.

Continue reading “Membuat Film yang Dikenang Banyak Orang”

Busway, Jokowi dan Pemecah Kebuntuan

Sejak Busway Transjakarta kali pertama dioperasikan Gubernur DKI Sutiyoso pada 15 Januari 2004, sudah tergambarkan akan adanya Koridor XIII yang melayani rute Blok M hingga Ciledug.

Namun, koridor itu sulit sekali diwujudkan. Gubernur berikutnya, Fauzi Bowo, beralasan –dengan tingkat traffic amat tinggi dan sempitnya ruas jalan – koridor itu tak mungkin hadir tanpa membangun jalan layang. Membangun jalan layang menimbulkan resiko baru: macet besar dan dipisuh-pisuhin warga.

Continue reading “Busway, Jokowi dan Pemecah Kebuntuan”