Speechless, sedih. Begitulah saat mencerna berita meninggalnya Tiara Debora Simanjorang, bayi empat bulan putera pasangan Rudianto Simanjorang dan Henny Silalahi yang menghembuskan nafas terakhirnya di RS Mitra Keluarga Kalideres.
Iriana dan Kode Rambut Acak-acakan Jokowi
Sudah hampir sepekan berlalu, tapi video viral terkait perhatian Ibu Negara Iriana Jokowi kepada Presiden Joko Widodo masih terus jadi pembicaraan. CNN Indonesia TV bahkan membuat paket berita humanis berjudul ‘Kode Cinta Ibu Negara’. Sementara Detikcom membuat video singkat ‘Detik Flash’ terkait berantakannya rambut presiden ketujuh ini.
Continue reading “Iriana dan Kode Rambut Acak-acakan Jokowi”
Akhirnya, Kekalahan Perdana Liverpool
Speechless. Kata itu tepat terucap usai mendengar wasit Jon Moss meniup peluit akhir pertandingan. Liverpool mengalami kekalahan perdana di Liga Primer Inggris musim ini. Sepekan setelah jeda pertandingan internasional, anak asuh Jurgen Klopp harus mengalami aib pertama mereka. Sebelumnya, The Reds mengumpulkan tujuh poin, hasil imbang 3-3 melawan Watford, mengalahkan Crystal Palace 1-0 dan menghajar Arsenal 4-0.
Apresiasi ‘Revolusi Mental’ ala Persebaya
Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki mengapresiasi berbagai hal positif yang terjadi di Persebaya. Pernyataan itu disampaikan Teten saat menerima Presiden Persebaya, Azrul Ananda, di Bina Graha, Rabu, 6 September 2017.
Continue reading “Apresiasi ‘Revolusi Mental’ ala Persebaya”
Papua Adalah Kita. Itu Sudah!
“Tanah Papua tanah yang kaya
surga kecil jatuh ke bumi
Seluas tanah sebanyak madu
adalah harta harapan
Hitam kulit keriting rambut, kami Papua
Hitam putih keriting lurus, kami Papua
Biar nanti langit terbelah aku Papua…”
Membuat Film yang Dikenang Banyak Orang
Dalam buku ‘Menjadi Indonesia’, produser dan pemilik Visinema Pictures Angga Dwimas Sasongko menirukan pernyataan Andibachtiar Yusuf. “Gua butuh karya yang bisa diingat orang secara universal, tanpa ada batasan budaya dan geografis. Gua yakin Love for Sale lah barangnya,” kata Ucup –panggilan sutradara yang telah menghasilkan tiga karya fiksi panjang, tiga documenter panjang dan beberapa film pendek itu.

Imunisasi, Kenapa Takut?
“Satu kali saja, satu kali saja…” Itu rengekan anak bungsu saya di lantai dua sekolahnya kemarin. Ia meronta-ronta menolak saat jarum suntik Imunisasi MR siap diarahkan ke lengan kirinya.
Busway, Jokowi dan Pemecah Kebuntuan
Sejak Busway Transjakarta kali pertama dioperasikan Gubernur DKI Sutiyoso pada 15 Januari 2004, sudah tergambarkan akan adanya Koridor XIII yang melayani rute Blok M hingga Ciledug.
Namun, koridor itu sulit sekali diwujudkan. Gubernur berikutnya, Fauzi Bowo, beralasan –dengan tingkat traffic amat tinggi dan sempitnya ruas jalan – koridor itu tak mungkin hadir tanpa membangun jalan layang. Membangun jalan layang menimbulkan resiko baru: macet besar dan dipisuh-pisuhin warga.
Teman Sore RPK FM: Krisis Empati di Era Gawai


Palembang Bergirang
Asian Games 2018 adalah sejarah besar bangsa ini. Dua kali kita menjadi tuan rumah pesta olahraga bangsa-bangsa se-Asia. Pertama, Asian Games IV 1962 di era Presiden Soekarno. Di tengah krisis, Bung Karno menekankan bahwa, “Berapapun biaya yang harus dikeluarkan, tidak menjadi masalah asalkan harga diri dan martabat Indonesia di mata dunia diakui”.
