Notice: Undefined index: host in /home/jojr5479/public_html/wp-content/plugins/wonderm00ns-simple-facebook-open-graph-tags/public/class-webdados-fb-open-graph-public.php on line 1020
TEMPO Interaktif, Banda Aceh: Sebanyak 10 awak helikopter Seahawk dengan nomor penerbangan 613 yang terjatuh di areal persawahan Lapangan Udara Blang Bintang di Banda Aceh selamat. Mereka sudah dibawa ke pangkalan militer Amerika di kapal induk USS Abraham Lincoln, yang berada di Selat Malaka.
Rumah Sakit Zainoel Abidin Butuh 6 Ambulans Minggu, 09 Januari 2005 | 16:58 WIB
TEMPO Interaktif, Banda Aceh: Persis dua minggu setelah terjadinya bencana gempa bumi dan tsunami yang melanda bumi Nanggroe Aceh Darussalam, RS Zainoel Abidin masih tergenang lumpur. Praktis, sebagian besar ruangan rumah sakit terbesar di Banda Aceh yang terletak di Jl. Tengku Daud Beureuh itu tak dapat difungsikan.
“Kami butuh enam unit mobil ambulans, terutama untuk menjemput pasien yang berada di daerah pelosok,” kata Direktur RS Zainoel Abidin, Dr. Rusmunandar, Sp.JP kepada Tempo yang menemuinya di RS Zainoel Abidin (RSZA), Minggu (9/1) siang. Pria yang telah lima belas tahun bertugas di Aceh itu memaparkan, kebutuhan lain yang mendesak bagi RS yang dipimpinnya antara lain mesin cuci pakaian, alat sedot wc, alat sterilisasi, dan komputer.
Persebaya yang dilahirkan 18 Juni 1927 boleh saja (sementara) tiarap, tapi buku ini membuktikan kebesaran perjalanan klub kebanggaan Arek Suroboyo yang fanatisme ‘pemiliknya’ bahkan melebihi hooligan Inggris.
Buku ‘Imagined Persebaya’. Sarat sejarah dan aneka kisah sepak bola.
Oryza Ardyansyah Wirawan dikaruniai bakat menulis dan memori yang kuat. Selain itu, ia punya kelebihan khusus: menjaga dokumentasi tulisannya agar tak terserak diterbangkan waktu. Maka, lahirlah buku: ‘Imagined Persebaya’ (Persebaya, Bonek, dan Sepakbola Indonesia). Diterbitkan oleh Litera pada 2015, buku 322 halaman membendel 63 tulisan jurnalis yang sehari-hari bekerja di situs Beritajatim.com ini. Dengan kreatif, kumpulan artikel itu dibaginya dalam lima bab bertajuk You Can’t Buy History, Bonek (Bin Chelsea), Rivalitas, Battle of Surabaya, serta Hikayat Sepakbola Indonesia. Di lembar awal masing-masing bab ditandainya dengan lima huruf khusus: B, O, N, E, dan K.
Sebuah mini novel yang memiliki multiguna: filosofi kehidupan, romansa, dan panduan destinasi perjalanan beserta kebudayaan lokalnya.
Get Lost. Kisah seorang lajang dalam perjalanan dan pencarian.
Diterbitkan 2013 oleh Bhuana Sastra BIP, fiksi karya Dini Novita Sari ini mengangkat kisah Lana, lajang, pekerja keras di ibukota, dan penyuka perjalanan yang mencari di mana hatinya tertambat.
Sesuai dengan niatnya membuat novel berbasis journey, bab-babnya terbagi menurut lokasi perjalanan. Diawali dari Bali, sebagai oase pelepas kepenatan dari pekerjaan di Jakarta. Di sini tip bepergian murah ditampilkan dengan sederhana: memesan tiket jauh-jauh hari, dijemput kenalan dari dunia maya yang belum pernah bersua sebelumnya, hingga memilih akomodasi dan tujuan wisata yang tak biasa.
Buku rangkuman evaluasi nan berisi yang menjadi tradisi Tempo sebagai sebuah institusi bergengsi. Maunya menjadi pedoman jurnalistik dengan gaya nge-pop. Sayang kalau terjebak menjadi buku pelajaran bahasa.
Buku kelaSelasa. Referensi baru dunia penulisan. (Foto: Twitter #kelaSelasa)
Sebagai sebuah media yang berusia hampir setengah abad, Tempo menjadi patokan publik karena banyak hal. Akurasi beritanya, eksklusivitas isu, pendalaman topik, narasumber kelas utama, jurnalis pantang menyerah, hingga soal gaya bahasa yang berbeda. Aneka kelebihan Tempo itulah, termasuk mengkritisi bahasa kekinian di sekitarnya, menjadi ‘daging’ utama buku rangkuman Bagja Hidayat, salah seorang jurnalis senior Tempo, dari kelas Amarzan Loebis, jurnalis lain yang berlipat kali lebih senior, setiap hari –umumnya- Selasa.
Bagja menulis poin-poin penting ucapan Amarzan tidak dalam coretan kertas yang mudah hilang dan kerap tulisannya susah dibaca oleh si penulis sendiri. Alumnus Fakultas Kehutanan IPB ini memilih mencuitkan setiap ada pernyataan menarik dari sang mentor ke ranah twitter. Untuk mempermudah ‘memanggilnya’ kembali, ia memberi kode atau tagar #kelaSelasa. Dari cuitan-cuitan yang dikumpulkannya, pemilik akun @hidayatbagdja kemudian mengelompokkan dalam berbagai kluster penulisan seperti angle, reportase, wawancara, outline, lead, teknik membuat kalimat, bahasa, kutipan, judul, dan penyuntingan.
Di Lapas Batu, Nusakambangan. Tempat Tommy dan Bob Hasan pernah tinggal.
Matahari baru dua kali terbit di tahun baru, saat saya bersiap menuju Nusakambangan, sebuah noktah kecil yang terletak dalam wilayah administratif Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Berbeda dengan perjalanan
menyinggahi pulau-pulau kecil lain di tanah air -seperti Pulau Weh di Aceh, Bawean di Jatim, Nias di Sumut atau beberapa kawasan di Kepulauan Seribu, DKI- peziarahan kali ini ini mengundang rasa ingin tahu besar tentang destinasi yang akan dituju. Ya, sebuah pulau berpenduduk tiga ribu jiwa yang kali pertama diresmikan penggunaannya sebagai penjara oleh kolonialisme Belanda pada 1920-an.
KBRN, Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), dinilai sebagai Gubernur yang arogan dan temperamental, namun dianggap tegas dan berani.
Selain itu, Ahok juga dinilai lebih dapat dipercaya dibandingkan DPRD DKI Jakarta. Bahkan Ahok dinilai masih layak memimpin DKI Jakarta di periode berikutnya.
Hal itu terungkap dari hasil ‘Survei Tingkat Kepercayaan Publik Terhadap Gubernur dan DPRD DKI Jakarta’, yang diselenggarakan oleh Cyrus Network pada 2-7 Maret 2015 lalu. Survei ini secara khusus menjaring opini warga DKI Jakarta terhadap Gubernur dan DPRD DKI Jakarta. “Secara umum 17,5 persen responden menilai Ahok sebagai Gubernur yang temperamental, arogan dan kasar. Namun demikian 50,3 persen responden menilai sikap yang ditunjukkan oleh Ahok selama ini sebagai ketegasan dan keberanian,” kata CEO Cyrus Network, Hasan Nasbi, dalam jumpa pers di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.
Jakarta – Lembaga penelitian Cyrus Network menggelar survei tentang citra Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok). Ternyata warga DKI cukup puas dengan kinerja Ahok.
Penelitian dilakukan selama 5 hari yaitu pada tanggal 2-7 Maret 2015. Metode penelitian menggunakan multistage random sampling dengan jumlah responden 1.000 orang. Tingkat kepercayaan 95% dengan margin of error 3,1%.
Penelitian ini dilakukan di seluruh kelurahan dan kecamatan di DKI Jakarta dengan responden berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah. Mereka adalah mahasiswa yang rata-rata sudah memasuki semester 7.
Untuk menjadi pembicara publik yang andal dibutuhkan suara mantap dan keras. Tapi, itu bukan harga mati.
Tentu pidato Bung Tomo yang sangat terkenal menjelang ‘peperangan’ 10 November 1945 ini sudah pernah Anda dengar. Di Tugu Pahlawan, Surabaya, bahkan ada rekaman suaranya yang dapat diputar berulang-ulang.