Notice: Undefined index: host in /home/jojr5479/public_html/wp-content/plugins/wonderm00ns-simple-facebook-open-graph-tags/public/class-webdados-fb-open-graph-public.php on line 1020

Delapan Jam di Nusakambangan

*mengenang kesempatan ke Nusakambangan, awal 2008

Di Lapas Batu, Nusakambangan. Tempat Tommy dan Bob Hasan pernah tinggal.
Di Lapas Batu, Nusakambangan. Tempat Tommy dan Bob Hasan pernah tinggal.

Matahari baru dua kali terbit di tahun baru, saat saya bersiap menuju Nusakambangan, sebuah noktah kecil yang terletak dalam wilayah administratif Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Berbeda dengan perjalanan
menyinggahi pulau-pulau kecil lain di tanah air -seperti Pulau Weh di Aceh, Bawean di Jatim, Nias di Sumut atau beberapa kawasan di Kepulauan Seribu, DKI- peziarahan kali ini ini mengundang rasa ingin tahu besar tentang destinasi yang akan dituju. Ya, sebuah pulau berpenduduk tiga ribu jiwa yang kali pertama diresmikan penggunaannya sebagai penjara oleh kolonialisme Belanda pada 1920-an.

Continue reading “Delapan Jam di Nusakambangan”

Cyrus Network: Warga DKI Lebih Percaya Ahok Daripada DPRD DKI Jakarta

Seperti tayang di RRI Online

cyrus2KBRN, Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), dinilai sebagai Gubernur yang arogan dan temperamental, namun dianggap tegas dan berani.

Selain itu, Ahok juga dinilai lebih dapat dipercaya dibandingkan DPRD DKI Jakarta. Bahkan Ahok dinilai masih layak memimpin DKI Jakarta di periode berikutnya.

Hal itu terungkap dari hasil ‘Survei Tingkat Kepercayaan Publik Terhadap Gubernur dan DPRD DKI Jakarta’, yang diselenggarakan oleh Cyrus Network pada 2-7 Maret 2015 lalu. Survei ini secara khusus menjaring opini warga DKI Jakarta terhadap Gubernur dan DPRD DKI Jakarta. “Secara umum 17,5 persen responden menilai Ahok sebagai Gubernur yang temperamental, arogan dan kasar. Namun demikian 50,3 persen responden menilai sikap yang ditunjukkan oleh Ahok selama ini sebagai ketegasan dan keberanian,” kata CEO Cyrus Network, Hasan Nasbi, dalam jumpa pers di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Continue reading “Cyrus Network: Warga DKI Lebih Percaya Ahok Daripada DPRD DKI Jakarta”

Cyrus: 62% Warga Jakarta Ingin Ahok Jadi Gubernur DKI Lagi

Seperti dimuat di Detikcom

Nur Khafifah – detikNews

cyrus1Jakarta – Lembaga penelitian Cyrus Network menggelar survei tentang citra Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok). Ternyata warga DKI cukup puas dengan kinerja Ahok.

Penelitian dilakukan selama 5 hari yaitu pada tanggal 2-7 Maret 2015. Metode penelitian menggunakan multistage random sampling dengan jumlah responden 1.000 orang. Tingkat kepercayaan 95% dengan margin of error 3,1%.

Penelitian ini dilakukan di seluruh kelurahan dan kecamatan di DKI Jakarta dengan responden berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah. Mereka adalah mahasiswa yang rata-rata sudah memasuki semester 7.

Continue reading “Cyrus: 62% Warga Jakarta Ingin Ahok Jadi Gubernur DKI Lagi”

Man Shabara Zhafira, Perjuangan Berbekal Kesabaran

Saya tergolong telat membaca buku kedua dari seri triloginya Ahmad Fuadi. Tapi, tetap saja menghadirkan inspirasi luar biasa.

Dua mantra yang menjadi intisari Negeri 5 Menara dan Ranah 3 Menara memberi makna kuat bagi perjalanan setiap orang yang mendamba kesuksesan dan berangkat dari titik nol penderitaan. Setelah ‘man jadda wajada’ –siapa yang berusaha dengan sungguh-sungguh akan berhasil- menjadi kekuatan di novel pertama, kemudian muncul ‘mantra’ kedua: man shabara zhafira, siapa yang sabar akan beruntung.

Continue reading “Man Shabara Zhafira, Perjuangan Berbekal Kesabaran”

Beda Sikap NU dan PGI

Dua lembaga keagamaan besar berbeda pendapat soal hukuman mati.

Surat menolak hukuman mati dari Mark 'Barney' Greenway, personel Napalm Death. Untuk Jokowi, sang penggear musik rock.
Surat menolak hukuman mati dari Mark ‘Barney’ Greenway, personel Napalm Death. Untuk Jokowi, sang penggear musik rock.

Dalam sebuah kebun, tak semua bunga harus berwarna merah. Dalam demokrasi, berbeda pendapat itu biasa.  Menjelang rencana eksekusi hukuman mati kloter kedua oleh Kejaksaan Agung di Nusa Kambangan, Jawa Tengah, suara-suara pro dan kontra hukuman mati bermunculan. Yang mendukung antara lain Komisi Nasional Perlindungan Anak, dan Gerakan Anti Narkotika. Yang menolak, di antaranya kelompok pegiat hak asasi manusia, termasuk Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras).

Continue reading “Beda Sikap NU dan PGI”

Pelajaran PR-ing dari Lion Air dan Dunkin Donuts

Keahlian seorang public relations bisa diukur dari bagaimana kemampuan dia menangani krisis.

Twit bermasalah dari yang mengaku manajemen Lion Air. Dibantah dan dibawa ke ranah hukum.
Twit bermasalah dari yang mengaku manajemen Lion Air. Dibantah dan dibawa ke ranah hukum.

Kamis (26/2) petang pekan lalu, dunia media sosial heboh karena cuitan dari akun bernama @OfficialLionAir, yang memiliki lebih dari 2.500 pengikut. Dalam kicauannya, akun bergambar maskapai berlogo singa tersebut menuliskan, “Tweeps dalam penerbangan kalian pilih mana? Kena delay atau ngga pernah sampai?” Dalam hitungan sekon, reaksi netizen bermunculan mengkritik dan bahkan memaki cuitan itu. Mantan anggota DPR dan pengamat penerbangan @alvinlie21 berkomentar, “Tdk pernah terbayang akan ada airlines ngetwit & berargumen sprti ini. Speechless.”

Continue reading “Pelajaran PR-ing dari Lion Air dan Dunkin Donuts”

Coutinho, Sang Pembeda dari Rio

Dua laga berturut-turut di Liga Primer, Coutinho membuat gol spektakuler. Kehadirannya menjadi ‘energizer’ khusus bagi The Reds.

Konon, untuk jadi pemain yang sukses dan dicintai pendukung Liverpool di era kekinian, syaratnya sederhana: pemain itu harus pernah bermain di Gelora Bung Karno, Jakarta, dan bikin gol di rumput Senayan. Setidaknya, Luis Suarez dan Philippe Coutinho membuktikan joke itu.

http://www.youtube.com/watch?v=G_4nSARie5s

Continue reading “Coutinho, Sang Pembeda dari Rio”

Karena Basuki Tak Pernah Berjalan Sendiri

Ahok adalah simbol perlawanan terhadap korupsi dan praktek main-main anggaran. Jabatan tak lagi dianggapnya penting. 

Bak Will Smith yang berjalan sendirian dalam film I am Legend, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tak pernah ambil pusing. Ia pun tak pernah takut saat 95 dari 106 anggota DPRD DKI Jakarta menandatangani hak angket untuk menjatuhkan dirinya. Bagi Ahok, perjuangannya melawan ‘dana siluman’ alias dana rekayasa DPRD Rp 12,1 triliun –dari total APBD DKI Rp 73 triliun- rupiah lebih penting daripada mempertahankan jabatan gubernur.

Sebagaimana dikutip Tempo, Ahok membeberkan dana-dana yang besarannya tak masuk akal itu, antara lain:

– Pengadaan buku trilogi Ahok: Nekad Demi Rakyat Rp10 miliar

– Pengadaan buku trilogi Ahok: dari belitung menuju istana Rp10 miliar

– Pengadaan buku trilogi Ahok: Tionghoa Keturunan Ku Indonesia Negara ku membangun Rp10 miliar

Continue reading “Karena Basuki Tak Pernah Berjalan Sendiri”