Kembali ke Kalimantan Barat, kali ini agak ke dalam.
“Ibarat Kalimantan itu bebek, Pontianak ini brutu. Nah, kalau ke Sintang, kita masuk lebih ke dalamnya brutu lagi.”
Continue reading “Check In: SQG, Sintang”
"the future belongs to those who believe in the beauty of their dreams, masa depan adalah milik mereka yang percaya kepada keindahan mimpi-mimpinya.."
Kembali ke Kalimantan Barat, kali ini agak ke dalam.
“Ibarat Kalimantan itu bebek, Pontianak ini brutu. Nah, kalau ke Sintang, kita masuk lebih ke dalamnya brutu lagi.”
Continue reading “Check In: SQG, Sintang”Jalan Tunjungan kian mantap dipatenkan sebagai ikon Surabaya.
Setiap kota punya jalan prestisius yang tentu saja dibanggakan. Singapura punya Orchard. Jakarta ada Sudirman-Thamrin. Di Paris wajib lewat Champs Elysées Avenue lengkap dengan Arc de Triomphenya. Tokyo memamerkan Shibuya Crossing. Asal jangan mengingat De Wallennya Amsterdam saja.
Continue reading “Mlaku-Mlaku Nang Tunjungan Versi 2022”Late post dari perjalanan ke Surabaya, Juli lalu.
Bulan lalu, untuk keperluan kerja, saya ‘pulang’ ke Surabaya. Hanya dua hari dan semalam. Itupun pada hari kedua sudah harus ke Bandara Juanda subuh banget.
Continue reading “Berkunjung ke Markas Disway”Boeing 737-800 Next Generation milik Batik Air mendaratkan saya dengan mulus di Bandar Udara Fatmawati Soekarno. Welcome to Bengkulu!
Nama daerah ini awalnya ‘Bengcoolen’ atau ‘Coolen’. Berasal dari Bahasa Inggris ‘Cut Land’ yang berarti Tanah Patah. Maklum, wilayah ini adalah wilayah patahan gempa bumi paling aktif di dunia. Continue reading “Bumi Rafflesia”
Konon di suatu waktu. Ada seorang putri yang dilepas oleh ayahnya, seorang raja yang tidak ingin putrinya tersebut jatuh ke tangan musuh.
Sang putri yang masih balita diikat di atas beberapa keping papan dalam keadaan terbaring. Karena terbawa arus dan diterpa gelombang, papan tersebut terbalik. Ketika papan tersebut terdampar di tepi pantai ditemukan oleh seorang nelayan dan begitu dibalik ternyata terdapat seorang putri yang masih dalam keadaan terikat. Konon putri tersebut bernama Putri Petung yang berasal dari Kerajaan Pasir. Maka daerah tempat ditemukannya sang putri kemudian dinamakan Balikpapan.
Dua jam perjalanan dari Balikpapan. Dua jam di Titik Nol di IKN. Dua jam balik lagi ke Balikpapan.
Seorang kawan menitip pesan saat saya beritahu bahwa saya berkesempatan melakukan perjalanan ke Titik Nol Ibu Kota Negara (IKN) ‘Nusantara’. Lokasinya di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Continue reading “IKN Dua Jam”
Kali ini, Jejak Jokowi di Solo. Tanda tangan itu tertera saat ia masih menjabat Wali Kota Surakarta.
Hotel Royal Surakarta Heritage ada di pusat kota. Di Jalan Slamet Riyadi. Ini jalan yang pernah dinobatkan sebagai jalan terpanjang se-Asia Tenggara, Jalan ini memanjang ke timur mulai dari Tugu Purwosari hingga Bundaran Gladag. Dahulu sebelum berbenah seperti sekarang ini, jalan tersebut bukanlah sesuatu yang menarik. Pada zaman penjajahan Belanda jalan ini bernama Jalan purwosari atau Poerwasariweg.
Continue reading “Jejak Jokowi di Hotel: Royal Surakarta Heritage”
Kedatangan Jokowi meninggalkan kebanggaan bagi yang dikunjungi.
Bulan lalu di Gunungsitoli, Pulau Nias. Saya mampir ke Hotel Kaliki. Meski tidak menginap di sini, saya menghadiri acara temu senior Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) se-Pulau Nias. Continue reading “Jejak Jokowi di Hotel: Kaliki, Gunung Sitoli”
Inilah situasi arus mudik dan arus balik, setelah dua tahun tertunda pandemi.
Seperti dendam, pulkam harus dibayar tuntas.
Pulang kampung. Bukan kegiatan kurang kerjaan. Tapi ya inilah ritual budaya tanah air kita. Khususnya lagi, Pulau Jawa. Jutaan orang bermobilisasi meninggalkan kota besar, lalu sepekan kemudian kembali dari kampung menuju kota besar itu lagi.
Makam Wage Rudolf Soepratman ada di Rangkah. Tapi di Surabaya yang sama, terdapat museum rumah tempat masa-masa terakhir hidupnya.
Lokasinya tak jauh dari Taman Mundu, di seberang stadion sepak bola legendaris, Gelora 10 November, yang dibangun untuk pelaksanaan PON VII tahun 1969.