Notice: Undefined index: host in /home/jojr5479/public_html/wp-content/plugins/wonderm00ns-simple-facebook-open-graph-tags/public/class-webdados-fb-open-graph-public.php on line 1020

Menghilangkan Trauma Intoleransi dengan Gambar Toleransi

Minggu, 11 Februari 2018 adalah sebuah tragedi saat terjadi penyerangan di Gereja St. Lidwina, Bedog, Sleman, Yogyakarta. Teringat jelas, siang itu saya sedang memainkan laptop di lantai atas rumah, sembari bermain bersama sepasang buah hati yang kadang pengen gantian menggunakan komputer jinjing ini untuk permainan online.

Continue reading “Menghilangkan Trauma Intoleransi dengan Gambar Toleransi”

Saatnya Bergandeng Tangan dan Tak Termakan Provokasi

Saya sedih. Pagi tadi, saya menjalankan tugas sebagai admin akun media sosial Kantor Staf Presiden tempat saya bekerja. Memviralkan acara Presiden Jokowi bertemu para pemuka agama di Istana Bogor, Sabtu, 10 Februari 2018 yang rilis resminya baru saya terima. Saat tengah mendiseminasikan berita dari rilis menjadi cuitan di media sosial itulah, terbetik kabar ada serangan terhadap sebuah gereja di Sleman, Yogyakarta.

Continue reading “Saatnya Bergandeng Tangan dan Tak Termakan Provokasi”

Mendampingi Jenderal di Mata Najwa

Sebuah kehormatan, Rabu malam, 7 Februari 2018 kemarin mendampingi Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko tampil di Mata Najwa. Mendampingi bukan dalam arti duduk di sisinya persis saat di studio Trans7 kawasan Tendean atau berbisik padanya saat jeda iklan komersial tiba selama show tujuh segmen live itu. Mendampingi, karena juga terlibat dalam mengusulkan nama beliau ke produser program talk show televisi yang paling ditunggu pemirsa ini, serta memastikan kehadiran mantan Panglima TNI dalam episode membahas ‘Kartu Kuning Jokowi’. Continue reading “Mendampingi Jenderal di Mata Najwa”

Gegenpressing Jokowi Jawab Kartu Kuning Zaadit

Presiden Jokowi mengeluarkan taktik cerdik menghadapi aksi unjuk rasa seorang diri Zaadit Taqwa, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia yang mengacungkan buku nyanyian berwarna kuning, layaknya seorang wasit sepakbola mengacungkan kartu peringatan pada pemain nakal.

Ibarat strategi sepakbola, Jokowi menggunakan pola ‘gegenpressing’ ala Jurgen Klopp, yang biasa dipakainya di Bundesliga bersama Mainz dan Borussia Dortmund dan kini bersama Liverpool di Liga Primer Inggris. Continue reading “Gegenpressing Jokowi Jawab Kartu Kuning Zaadit”

Tak Usah Pening Soal Kartu Kuning

Pembicaraan di dunia dalam jaringan (online) pagi ini masih seputar aksi Zaadit Taqwa, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI), yang Jum’at 2 Februari 2018 kemarin mengacungkan buku nyanyian berwarna kuning di Balairung Universitas Indonesia, Depok. Saat itu, Presiden Jokowi baru kelar menghadiri seremonial Dies Natalis ke-68 Universitas Indonesia, sekaligus meresmikan Forum Kebangsaan bersama Rektor UI Muhammad Anis.

Continue reading “Tak Usah Pening Soal Kartu Kuning”

Melihat Persoalan Papua Bukan dari Kacamata Jakarta

Solusi jangka menengah dalam mengatasi berbagai persoalan di Papua adalah dengan menjalankan Instruksi Presiden No. 9 Tahun 2017 tentang Percepatan Pembangunan Papua.

“Jangan intervensi Papua dengan cara Jakarta. Persoalan Papua harus disesuaikan dengan yang di sana,” penegasan itu disampaikan Deputi II Kepala Staf Kepresidenan Yanuar Nugroho dalam diskusi ‘Forum Merdeka Barat 9’ Kementerian Komunikasi dan Informatika di Jakarta, Senin, 29 Januari 2018. Continue reading “Melihat Persoalan Papua Bukan dari Kacamata Jakarta”

Aksi Bernyali Jokowi di Cox Basar dan Kabul

Hari Minggu ini, sekretaris Kabinet Pramono Anung mengunggah cuitan di akun twitternya.

“Presiden @jokowi saat ini mengunjungi pengungsi Rohingnya di Cox’s Bazar Banglades dan memberikan bantuan kemanusiaan atas nama Pemerintah dan Rakyat Indonesia. Presiden Jokowi merupakan, Pemimpin Asia pertama yg mengunjungi Kamp Pengungsi di Cox’s Bazar #Mengharukan”

Continue reading “Aksi Bernyali Jokowi di Cox Basar dan Kabul”

Lawan Difteri dengan Imunisasi, Bukan dengan Bikin Hoaks

Kejadian luar biasa kasus difteri tidak main-main. Difteri merupakan jenis penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi di selaput lendir hidung dan tenggorokan, disebabkan oleh infeksi bakteri bernama Corynebacterium diphtheriae. Penyakit ini terbilang mematikan karena dapat menyebabkan infeksi nasofaring yang bisa berdampak kesulitan bernapas dan menyebabkan kematian. Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menegaskan, dalam November-Desember ada 38 korban jiwa melayang akibat difteri.

Continue reading “Lawan Difteri dengan Imunisasi, Bukan dengan Bikin Hoaks”