Jadwal sangat padat, tapi berolahraga ternyata memberi pengaruh besar.

Seorang kawan baik, baiklah saya sebut bahwa ia seorang jurnalis yang kantornya di kawasan Kebon Sirih, iri setengah mati saat saya bercerita bahwa kantor Kompas punya lapangan futsal. “Wah, enak sekali. Bisa olahraga tanpa harus nyewa,” serunya. Memang, tak hanya arena futsal berkelas rumput internasional, parkir belakang kantor koran Kompas di Palmerah Selatan juga dilengkapi dengan lapangan tenis, basket, serta jogging track. Pentinglah buat kesehatan jurnalis. Sehat badannya, sehat jiwanya.
Dan, saya pun mulai menemukan obat atas penyakit ‘ngantuk berat’ hampir sepanjang pekan pertama di Maui. Mudah ingin tidur dan lelah akibat jet-lag, sesi yang padat, dan gelontoran makanan kelas berat itu mulai sirna. Solusinya: coba kurangi makanan besar dan sempatkanlah berolahraga. Seberapa pun dan kapan pun waktunya.
Continue reading “Hari ke-10 di Hawaii: Less Food, More Sport”









